3 Bottom Line

  by

Bogor – Setiap usaha yang didirikan pasti memiliki tujuan agar usahanya menghasilkan keuntungan, sehat dan terus berkembang. Namun kenyataannya banyak perusahaan yang berhasil membukukan keuntungan mengalami kesulitan keuangan. Apakah perusahaan yang untuk sudah pasti sehat? Untuk itu diperlukan alat bantu bagi pengusaha untuk mengukur seberapa sehat usahanya atau bagi seorang business owner untuk mengukur kinerja atau performa CEOnya, atau kepala cabangnya dalam menjalankan usaha.

Menemukan ukuran yang paling akurat untuk mengukur kesuksesan usaha bukan hal yang mudah, banyak pilihan metode namun di kalangan pengusaha Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ada 3 indikator yang harus selalu diperhatikan.

“Bagaimana seorang Business Leader harus mengukur prestasinya, maka yang dilihat ada 3 bottom line. Intinya cuma 3” ungkap Presiden IIBF dalam CEO Forum di kampus IPB, Bogor beberapa waktu lalu.

Berikut adalah 3 jenis tolak ukur yang perlu senantiasa diperhatikan oleh seorang entrepreneurs saat ingin memastikan dengan akurat kinerja perusahaan atau management yang menjalankan usaha.

1 . Operating Cash Flow (OCF)

Apakah perusahaan anda sales nya bagus, profitnya ada namun di akhir bulan untuk membayar gaji dan operasional seperti tersengal-sengal? Itulah ciri-ciri perusahaan mengalami OCF minus. Operating Cash Flow adalah uang yang bersumber dari kegiatan menjalankan usaha. Jadi uang pinjaman tidak termasuk OCF ya.

“kalau perusahaan jualan 100, membayar biaya 80 maka OCF positif 20. Tetapi kalau salesnya 100 sedang pengeluarannya 150 artinya OCF minus 50 dan kita harus nombok 50. Jika hal ini dipertahankan mau sampai kapan? Lama-lama anda akan lelah menutupi kekurangan pengeluaran, kalaupun bukan anda sendiri kemungkinannya hutang atau jual aset. Itulah mengapa OCF harus plus. Kalau kita biarkan OCF minus terus maka pasti ada yang plus ditempat lain, bisa ICF atau FCF nya. Kalau kita tutupi dengan menjual aset maka ICF akan postif, kalau dengan berhutang maka FCF yang akan naik. Padahal yang harus di buat postitif adalah OCF nyajelas Heppy.

Ternyata perusahaan profit belum tentu ada duitnya, bisa saja nyangkut di piutang atau AR, bisa juga di Inventory karena pembelian yang tidak cermat.

“Boleh perusahaan tidak profit dulu yang penting OCF harus positif. Maka mengukur performace seorang CEO, kepala cabang, yang pertama harus kita lihat adalah OCF nya. Yang namanya OCF positif artinya duitnya masih sisa”

Inilah yang mengggambarkan kesehatan sebuah perusahaan yang sesungguhnya. Laporan keuangan bisa dibikin profit, namun OCF tidak bisa dibohongi atau direkayasa. Inilah jalan keselamatan usaha anda. Because Cash is a fact!

2. Profit

Setelah memastikan operting cashflow (OCF) positif hal selanjutnya yang harus di perhatikan adalah Profit.  Seberapa efesien management dalam menjalankan usaha akan terlihat. Seberapa banyak sales yang menjadi profit menandakan perusahaan semakin efisien. Semakin kecil cost yang dikeluarkan semakin banyak profit yang di peroleh.

Setelah perusahaan selamat karena OCF positif, maka Profit harus mulai di tingkatkan agar usaha bertambah sehat.

3. ROA (Return On Asset)

Jika ada perusahaan asetnya 100, dalam satu tahun mampu menghasilkan 25, lalu ada perusahaan lain dengan aset 50 mampu memberikan hasil 25 setahun, atau ada perusahaan dengan aset 100 dalam setahun justru minus 25, mana yang lebih lebih bagus? Maka tolak ukur ketiga menurut Heppy Trenggono yang perlu kita perhatikan dalam melihat apakah bisnisnya sehat adalah Return On Asset (ROA). Adalah untuk mengukur dari semua aset yang dipergunakan untuk operasi perusahaan berapa mampu memberikan laba atau keuntungan. Semakin tinggi prosentasenya semakin bagus.

Bahwa kaedah perjalanan bisnis adalah dari aset menjadi sales, sales untuk menghasilkan profit dan profit untuk mendapatkan cash. Nah perjalanan dari aset menjadi sales itu disebut efektif, rumusnya adalah sales dibagi dengan aset. Perjalanan sales menjadi profit itulah efisien namanya, rumusnya adalah profit dibagi sales.

Sehingga untuk mengukur ROA adalah efektif dikali efisien.

 

 

 

 

 

Semakin besar ROA makan semakin bagus dan sehat sebuah usaha. Banyak hal yang bisa dimiankan salah satunya adalah menaikan sales, menurunkan pengeluran dan menekan aset.

“Kalau seandainya anda dibebas tugaskan dan hanya boleh melihat beberapa hal saja, maka 3 bottom line ini lah yang harus anda perhatikan dan urusi, itu sudah lebih dari cukup” pungkas Heppy. ANS