Memahami Positioning IIBF

POSTED ON May 15th  - POSTED IN Artikel

“My philosophy is that not only are you responsible for your life, but doing the best at this moment puts you in the best place for the next moment.”

Begitulah kalimat yang keluar dari seorang Oprah Winfrey mengenai pentingnya positioning dalam meraih sukses.
Bahwa bertanggung jawab terhadap kehidupan saja tidak cukup, anda harus melakukan sesuatu yang terbaik pada posisi terbaik untuk ikut membangun masa depan.

Apakah IIBF Eksklusif?

POSTED ON March 31st  - POSTED IN Artikel

Dua bulan lalu ketika saya di Palembang bersama mas Purdi E. Chandra, ketemu dengan Ridwan sahabat pejuang yang memiliki sikap keras dalam perjuangan.

Ridwan dahulu adalah sponsor bagi beberapa Trainer Bisnis yang datang ke Palembang. Semua itu dilakukan karena keinginannya untuk membantu sahabat-sahabatnya agar bisa sukses dalam berbisnis.

Bank Syariah Hanya Kedok Jualan?

POSTED ON March 21st  - POSTED IN Artikel

Tulisan ini adalah jawaban saya atas pertanyaan terkait banyaknya posting “dugaan” bahwa Bank Syariah hanya kedok jualan. Sebuah perspektif dari IIBF.

Seorang kyai di Banten, namanya kyai Muffasir adalah seorang ulama yang sangat unik. Tentang riba, jangankan menggunakannya bahkan menggunakan uang pun beliau hindari. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya beliau menanam padi dan sayur sendiri agar tidak perlu bersentuhan dengan uang. “Standar saya, haram menggunakan Sarung Samarina!” kata beliau. Memakai baju yang berenda juga haram karena akan menarik lawan jenis menurut beliau.

Kekuatan Itu adalah Software and Very Software

POSTED ON September 12th  - POSTED IN Artikel

Subang – berawal dari sebuah kisah pertemuan dua sahabat yang telah sangat lama tidak pernah jumpa. Kisah itu dituturkan oleh Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono M.Kom tentang perjumpaannya dengan sahabat lamanya itu. Perjumpaan yang tidak hanya membuncahkan kegembiraan, namun juga menyisakan kesan yang cukup mendalam, ketika mengetahui perjalanan hidup sahabat lama yang diluar dugaan, pahit getirnya kehidupan yang dilalui, membangun rumah tangga, serta persoalan-persoalan lain yang datang silih berganti.