Bisnislah dengan Bahagia, Hiduplah secara Serius

  by

Jakarta – Di hadapan 6.000 pengusaha yang hadir dalam kopda saudagar nusantara di Sentul International Convention Center beberapa waktu yang lalu, Heppy Trengggono Pemimpin Gerakan Beli Indonesia bercerita pada sebuah kesempatan sedang berbagi di sebuah komunitas pengusaha di jakarta, ada seorang pengusaha yang bertanya mengapa banyak pengusaha muslim yang berjatuhan. Karena mereka terlalu serius dalam berbisnis dan tidak serius dengan hidup, demikian jawabnya kepada si penanya.

Menurut Heppy, bagi seorang pengusaha muslim dalam berbisnis mempunyai aturan main sendiri. Untuk sukses ilmu saja tidak cukup, yang dibutuhkan adalah hidayah. “Riba ya jangan digunakan atau itu akan menjadi persoalan buat hidup maupun persoalan buat bisnis.” terang Heppy. Selain itu pengusaha muslim juga harus menghindari 2 hal lain selain riba/interest, yaitu unsur gambling atau perjudian dan uncertainty (ketidakpastian) tambahnya.

Tantangan terbesar adalah banyak pengusaha muslim justru mencari konsep sukses dari orang yang tidak beriman. Bukankah Rasulullah sudah mewasiatkan 2 pusaka yang jika berpegang teguh padanya dijamin sukses dunia dan akherat? Dua hal itu adalah Al-Qur’an dan Sunnah.

IIBF yang dipimpinnya sejak 2009 selalu mengajak pengusaha untuk berhijrah. Tidak mudah diawal apalagi komunitasnya masih sedikit kala itu, ada saja yang mencari-cari alasan, “pak yang saya dengar bank syariah juga belum benar-benar syariah, jadi sama aja dong pak? Kadang malah lebih mahal”. Kalau mau kita renungkan, di bank syariah kan tidak ada bunga, selain itu apa iya lebih memilih yang 100 persen riba ketimbang yang belum 100 persen syariah. Mau selamat bisnis dan hidupnya ga?

Akibat saking seriusnya dalam berbisnis hingga banyak yang lalai dan meninggalkan kaidah dan rambu-rambu diri dalam berbisnis sebagai seorang hamba beriman. Padahal bisnis ini tidak semata ilmu ekonomi melainkan ilmu kehidupan. Tahukan laporan keuangan ? adakah pembukuan stok sabar? atau pembukuan stok berbaik hati, stok yakin? tetapi tanpa sabar, tanpa yakin bisnis tidak akan jalan. Atau memahami prilaku manusia dalam mengambil keputusan, apa itu keputusan membeli produk atau keputusan yang lain tidak semata urusan ekonomi, itulan ilmu kehidupan.

Bikin seneng, bikin bahagia, jangan serius-serius. Ada orang yang memandang bisnis ibarat perang, namun bagi Heppy business just a game, permainan. Jangan sampai cuma mengejar kemenangan kecil dari sebuah game bernama bisnis rela melakukan apapun sehingga melupakan visi besar bahwa hidup sekarang adalah untuk kehidupan mendatang yang kekal dan abadi. Bukan berarti memenangkan bisnis juga tidak penting, tetapi menangkanlah dengan norma dan kaidah yang telah Allah SWT dan Rasul ajarkan. Makanya rumus sukses yang diajarakan pun Sukses = Iman + Strategi.

“Kalau kamu melupakan akherat maka kamu akan kehilangan kesempatan untuk mengenal Tuhan mu, namun jika kamu tidak kaya, kamu kehilangan kesempatan untuk mengambil banyak tanggung jawab kehidupan” 

– Heppy Trenggono –

Hidup yang harus serius kalau tidak risikonya berat, bisa dikumpulkan dengan golongan fir’aun dan juga bersama penista alqur’an? Bisnis harus bahagia. Mau bagaimanapun realitasnya membangun sebuah usaha yang benar-benar menjadi mesin pencetak uang juga tidak mudah. Disisi lain berbagai persoalan hidup juga tidak akan pernah berhenti menghampiri, “sebesar” apapun usaha yang hari ini sedang kalian geluti persoalan dan kesulitan pasti akan datang menyapa.

Apa iya mentang-mentang size bisnis sudah besar, sudah terlanjur terkenal, jadi bicara dimana-mana, lalu tertebas dari jeratan persoalan dan kesulitan?”

Sulit itu sudah menjadi bagian yang harus direspon. termasuk hal-hal yang tidak populer sekalipun didalam bisnis, memecat karyawan atau bahkan menutup usaha yang memang sudah tidak layak untuk dipertahankan. Lebih baik kita tutup karena kita tahu bagaimana kondisinya jika dilanjutkan dari pada mereka menutup didirinya sendiri karena kita sudah tidak mampu menutuipinya lagi. Jangan biarkan

buat orang yang sudah merasa terkenal bisa jadi itu adalah momok, tidak keren, akhirnya dipertahankan dan menggerogoti apa yang sudah dibangun dan akhirnya ludes juga.

Persoalan dan Kesulitan akan selalu datang dan pergi. yang membedakan satu orang dengan orang yang lain, orang biasa dan orang yang besar adalah respon terhadap persoal dan kesulitan itu ketika datang menghampiri.

“bisnislah dengan bahagia, hiduplah dengan serius” tegas Presiden IIBF. ANS