IIBF Akan Ambil Peran dalam Recovery Percepatan Normalisasi Ekonomi

  by

Lombok – Udara terasa kian menusuk, malampun kian larut, namun sahabat pejuang IIBF relawan Lombok tetap antusias menunggu Presiden IIBF Heppy Trenggono di Ponpes NU Abhariyah, Jerneng Trong Tawah Labuapi Lombok Barat. Adalah Adiansyah asal lampung, Taslim dari Grobogan, Yudhistira yang juga dari Lampung, serta beberapa pemuda asli Lombok yang turut serta. Seperti yang kami rencanakan pasca pertemuan dengan TGH Ulul Azmi yang juga pengasuh ponpes, Presiden IIBF akan bertemu relawan IIBF guna mendengar perkembangan lapangan hingga mendiskusikan langkah-langkah apa saja yang bisa diambil oleh IIBF untuk membantu meringankan korban gempa di Lombok.

Saddam Satri Jagad, penerima mandat pembentukan kepengurusan IIBF NTB yang juga berada di markas komando relawan tingkat Provinsi banyak membantu dalam mengkoordinir dan mengarahkan relawan dari daerah menuju lokasi-lokasi terdampak selain itu juga menyiapkan narahubung dari warga setempat untuk membantu kelancaran relawan di lapangan.

Adiansyah, pejuang IIBF Lampung yang sudah berada di lokasi hampir 2 bulan, memilih Tanjung, Pemenang, Lombok Utara sebagai base camp yang juga meng koordinasi posko lain di Dusun Amor Gumantar Kahyangan, lalu di Tete Batu dan Sambelie, Lombok Timur. Dari laporannya, telah dilakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait baik pemerintah daerah maupun relawan lain guna maksimalisasi bantuan, lalu melakukan mapping baik demografi hingga mapping sumber penghidupan masyarakat Lombok utara sebelum gempa.

“jadi kehidupan masyarakat disana itu di topang oleh 3 gili, rinjani dan pertanian pak Heppy. Yang kini semua seperti kota zombie. Lebih dari 62 hotel di tinggal pergi tiada kehidupan disana apalagi aktivitas ekonomi. Ada yang sebagai tour guide, kapten kapal, supplier bahan baku, penjaga toko, pelayan restoran, dan masih banyak lagi yang semua berhubungan dengan pariwisata”

“melihat kondisi lapangan dimana 90 persen bangunan hampir rata dengan tanah, juga latarbelakang kehidupan mereka sebelum musibah gempa terjadi, kami mengusulkan dengan core competensi IIBF, sekaligus meminta izin untuk focus pada penanganan tanggap bencana pada sector recovery. Setidaknya saya sudah menawarkan pengusaha IIBF yang akan kita terjunkan secara bergantian dalam satu tahu kedepan pak“ tutur Adiansyah kepada presiden IIBF.

Heppy sangat setuju dengan usulan tersebut. Heppy menerangkan bahwa program recovery itu bisa mencakup 3 hal yang bisa dilakukan IIBF dalam membantu korban gempa menurut Heppy. Pertama adalah menumbuhkan mentalitas. Layaknya pengusaha yang sedang terjatuh menumbuhkan metalitas menjadi hal utama untuk dilakukan, agar mereka lekas bangkit, kebangkitan dari sisi hubungan dengan Sang Pencipta hingga perbaikan ekonomi keluarga pasca gempa.

Kedua adalah akses pasar. Dengan kemampuan akses dan jaringan, kita bisa membantu untuk mencarikan pembeli, atau juga bisa menjadi pembeli terhadap produk atau komoditi dari sini. Namun perlu di ingat berilah kail nya bukan ikannya pesan Heppy. Dan yang ketiga adalah Pendampingan dengan melibatkan pimpinan daerah setempat. Sebagai pengusaha berhubungan, mengkoordinasikan dengan berbagai pihak adalah hal lumrah. Dalam konteks recovery program ini perlu sinergi dengan kepala daerah setempat agar program yang dijalankan bisa massif dan terstruktur sehingga mempercepat laju kebangkitan masyarakat pasca musibah gempa pungkas Heppy. ANS