IIBF Ikut Sukseskan Kongres Ekonomi Umat 2017

  by

Jakarta – Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) menyambut baik gagasan Majelis Ulama Indonesia untuk membuat Arus Baru Ekonomi Indonesia. Dalam Kongres Ekonomi Umat yang dihelat pada 22-24 Apri di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, IIBF mengirimkan 5 utusannya, Samsul Huda, Ketua IIBF Lampung, Ulul Azmi Direktur Pergerakan Kebangsaan, Deci Anawati Staff Direktorat Pergerakan Kebangsaan, Darmawati Sudirman Korda Tapal Kuda Jatim serta Ahmad Nursodik Direktur Kaderisasi dan Anggota.

Selama penyelenggaraan kongres kader-kader IIBF turut memberi warna. Duet Lampung, Samsul Huda dan Ulul Azmi di Komisi C misalnya, membahas Jaringan Ekonomi Umat begitu antusias mendorong dan mengusulkan pentingnya mengutamakan menggandeng pengusaha muslim yang sudah berhasil dalam industri retail, sebut saja Tip-Top, Sakinah, Flora, Borma, Sidogiri, dll ketimbang pemain yang hari ini telah bercokol dan menggurita. Karena selain jaringan pemasaran yang umat butuhkan adalah pembelaan, dan ini tidak kita lihat pada pemain hypermart ataupun minimart yang telah ada.

Bagaimana umat tidak tercekik, untuk bisa ikut memasarkan produknya melalui jaringan meraka, diharuskan membayar listing fee, sewa tempat, potongan ini dan itu, sedangkan hal ini tidak diberlakukan bagi pemain besar. Atau dengan embel-embel peduli UMKM pelaku pasar modern memberikan kesempatan UMKM memasukan produknya.

“Okelah mereka tidak dikenakan biaya listing fee, atau sewa ini dan itu serta potongan yang lain, itupun dengan segudang aturan lain. Tetapi sedikit yang tahu bahwa sistem yang diberlakukan adalah kongsinyasi dengan pembayaran tempo 3 bulan. Apakah pelaku UMKM yang sama ketika berbelanja ditempat dimana dia menitipkan barang akan diberikan kelonggaran membayar dipotong dari produknya yang di titipkan? Tidak, dia harus cash. Ini sama artinya mereka minta dimodali para pelaku UMKM” terang Ulul memberikan argumen dalam sidang komisi C.

Pada sidang pleno Ulul Azmi adalah orang yang mempresentasikan hasil sidang komisinya. Dalam kesempatan itu pula bahwa dia sampaikan kesiapan pengusaha muslim (red: IIBF) mensukseskan program yang ada serta melakukan pendampingan pada UMKM.

Semoga hasil rekomendasi kongres untuk membangun sinergi mitra sejajar usaha besar dengan koperasi, mikro, kecil dan menengah, adalah hal seperti yang mereka maksud.

Lain lagi dengan Deci Anawati, Darmawati Sudirman dan Ahmad Nursodik yang berada di komisi D yang membahas Kajian dan Rekomendasi Ekonomi Umat. Isu utama yang diusung IIBF adalah perlunya sebuah Ideologi dalam membangun ekonomi umat, dan hal itu adalah sebuah sikap tegas dalam pembelaan, memenuhi kebutuhan dengan produk milik umat sendiri. dan yang kedua adalah bagaimana agar ada sebuah kelompok kerja yang nantinya mengawal Arus Baru Ekonomi Indonesia yang benar-benar memberikan penekanan dan pembelaan terhadap tumbuhnya ekonomi umat. Setelah melalui berbagai argumentasi akhirnya di sepakati membentuk sebuah Komite Nasional Ekonomi Umat (Komas Ekomat) di jadikan salah satu rekomendasi kongres.

Kedepan tugas-tugas keumatan untuk membuat umat menjadi pemain dalam ekonomi memanggil kian menggema. Siapkan diri kalian sahabat pejuang. Ans