Selamat datang di iibf-indonesia.com, silahkan register terlebih dahulu untuk mendapatkan berita dan artikel terbaru dari iibf, terima kasih.
Tuesday, 21 May 2013
Geliat Baru Di IIBF Jawa Barat
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Bandung, 25/04/2013“Sahabat MQ, sebagaimana biasanya setiap rabu malam kita akan bergabung dalam sebuah program inspirasi bisnis bersama para pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum atau IIBF, Malam ini kita mengangkat thema tentang kartu kredit. Saya Rudi Khalifah akan menemami sahabat MQ selama 1 jam ke depan. Untuk membahas masalah kita malam ini, bersama sudah hadir Kang Gun gun Gunawan seorang penjual asesoris kendaraan dan guru kita Kang Pendra Sunandar …..”

Itulah sapaan pembuka program “inspirasi bisnis” di radio MQ FM yang menjadi program regular mingguan radio itu. Materi atau topik  bahasannya bukan tentang bisnis rumit dan canggih seperti yang kita dengar dari pakar ekonomi atau akademisi tetapi topik ringan dalam kehidupan sehari-hari. “Yang kita bicarakan adalah kehidupan,” kata Pendra Sunandar. Pendra adalah peng urus IIBF Jawa Barat yang juga seorang coach di IIBF. Tema tentang utang, modal, memulai bisnis, mengatur uang dan lain-lain. Responnya sangat luar biasa baik melalui telepon atau sms yang masuk ke operator. Selain pertanyaan, juga tidak sedikit pernyataan curhat pendengar tentang pengalaman jatuh bangun dalam  berbisnis.
 
Semula acara ini adalah program yang dirancang oleh MQ FM dengan menghadirkan beberapa  pegusaha yang berhasil sebagai inspirasi. Karena ratingnya bagus sebuah lembaga keuangan berniat untuk mensponsori program itu. Namun kemudian calon sponsor itu menarik diri karena banyak kisah para pebisnis dalam program itu yang trauma dengan lembaga keuangan yang berbasis riba. Dikejar utang, ditongkrongi debt collector, asset disita dan lain-lain. Salah satu pengusaha yang kerap dihadirkan dalam acara itu adalah pasangan suami istri Mohammad Ichsan dan Tri Astuti, anggota IIBF yang bergerak dalam industry pakaian dan garmen. Telepon dan sms ke meja operator di atas rata-rata jika kedua orang ini menjadi narasumbernya.
 
“Respon itu menunjukkan bahwa banyak orang yang menunggu dengan ilmu-ilmu kita di IIBF ini,”  simpul Ichsan. Beberapa orang pengurus dan anggota kemudian memutuskan agar program ini dilanjutkan. Karena ini menjadi ladang dakwah yang cukup efektif untuk membangun ummat dan bangsa. Maka pembiayaan sponsor ditanggung oleh beberapa anggota dengan pembicara dan tema diatur oleh IIBF. “Biar enggak kemana-mana dan jelas yang dibela dalam berbisnis, bukan ekonomi jalan pendek atau money engineering lainnya,” tegas Ichsan. Jika tidak dikonsep jelas, program seperti ini akan menjadi gado-gado yang hanya mengambil trend-trend bisnis dan apa saja yang hanyut dari arus trend itu.  Akibatnya bukan bisnis yang sedang kita bangun tetapi masalah yang kian menumpuk.
 
Tidak hanya program  on air, pengurus juga mengadakan off air setiap bulan di beberapa masjid di sekitar kota Bandung. Acara dikemas dalam format “Pengajian Bisnis” untuk umum yang diisi oleh pengurus dan anggota IIBF Jawa Barat. “Kita fokus dengan visi IIBF untuk mencetak sejuta pengusaha yang kuat di tahun 2020,” tegas Pendra. Program on air dan off air ini juga menjadi semacam konsolidasi untuk para anggota IIBF se Jawa Barat. Dampak dari kegiatan ini semakin banyak animo masyarakat untuk menjadi pebisnis yang ditandai dengan meningkatnya permintaan pembicara atau narasumber entreprenuership. Mengantisipasi hal itu, IIBF Jawa Barat telah menyertakan 8 orang anggotanya dalam workshop Voluntary Coach yang diadakan oleh IIBF pusat beberapa waktu lalu. Para coach ini tidak hanya menjadi pelatih bisnis tetapi juga pejuang untuk membangun ummat dan bangsa Indonesia. Semoga! (2as)
 
Last Updated ( Wednesday, 01 May 2013 16:56 )