| Indonesia Tidak Sadar Sebagai Negara Miskin | ||||
|
![]()
Solo, 2/05/2011, Jika ditanya apakah Indonesia itu negara miskin, negara berkembang atau negara kaya, maka akan muncul perdebatan karena masing-masing memiliki alasan. Dari angka-angka yang dikeluarkan oleh pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup siginifikan. Dari sudut ini Indonesia tidak bisa disebut miskin karena ada angka yag menunjukkan bahwa ada pertumbuhan. Tapi apakah seperti itu faktanya?
“Hari ini Indonesia adalah negara miskin,” kata Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, Mkomp. Sebuah keadaan i yang tidak disadari oleh sebagian besar anak negeri ini, dan juga diingkari oleh sebagian yang lain dengan menunjukkan angka-angka di atas kertas bahwa ekonomi negara ini bertumbuh dari tahun ke tahun. Heppy menegaskan hal itu di depan panitia Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Senin siang di hotel Riyadi Palace, Solo, jawa tengah. “Membandingkannya jangan dengan diri sendiri tapi dengan orang lain,” kata Heppy menjawab pertanyaan tentang angka pertumbuhan yang dilansir oleh pemerintah. Menurutnya itu sama dengan dengan mengatakan bahwa kita sudah bisa naik sepeda sementara orang lain sudah naik pesawat jet. Menurut Heppy, ribut-ribut dengan angka 1,2 Triliyun untuk gedung DPR itu adalah tanda-tanda bahwa negara ini miskin. Mengapa? Karena angka itu sangat besar buat negara ini. Hutang Rp. 1.700 Triliyun itupun sejak dulu hingga sekarang tidak pernah selesai. “Seharusnya dengan negara sebesar ini angka itu bukan apa-apa,” jelas Heppy. Heppy membandingkan dengan Jepang yang mengeluarkan hampir Rp. 8.000 Triiyun dalam waktu kurang dari sebulan untuk menjaga stabilitas ekonominya pasca diterjang gempa dan tsunami beberapa waktu lalu. “Jepang bermainnya sebagai negara kaya sementara Indonesia bermain dengan cara negara miskin. Negara miskin itu berhutang untuk dikonsumsi dan negara kaya berhutang untuk investasi.” Ungkap Heppy. Heppy mengemukakan pasca lengsernya Presiden Soeharto pembangunan infrastruktur di Indonesia hampir tidak ada. Bahkan jalan-jalan utama di Jawa adalah jalan yang dibangun Daendels 2 abad lalu. Heppy mengidentifikasi ada dua masalah besar yang menyebabkan Indonesia tetap terpuruk dan tidak bisa keluar dari kemiskinan. Pertama, Indonesia kekurangan mental kewirausahawan. Mental wirausaha itu adalah logika berfikir dalam mengelola kekayaan. Mental wirausaha ini adalah mental yang tidak hanya harus dimiliki oleh pengusaha tetapi juga oleh para pemimpin. Kekurangan mental wirausaha Ini yang menyebabkan Indonesia kekurangan jumlah pengusaha. Maka ekonomi Indonesia sulit bergerak karena pelaku ekonominya yang sangat sedikit. “Hanya 0.18% , jauh sekali dari syarat minimal untuk menjadi sebuah negara maju, 2%,” kata Heppy. Kedua, Indonesia kehilangan pasarnya sendiri. Indonesia tidak akan pernah kekurangan produk, bahkan pesawat sudah pernah dibuat oleh anak negeri ini. Masalahnya adalah pasarnya yang tidak ada, karena penduduknya lebih senang menggunakan produk orang lain daripada produk milik bangsa sendiri. Padahal syarat untuk membuat ekonomi negara berkembang adalah dengan membuat ekonomi masyarakat berkembang. “Keuangan negara dan keuangan masyarakat itu saling berkait erat. Bagaimana membangun ekonomi masyarakat kalau industri tidak bertumbuh dan bagaimana industri mau tumbuh kalau produknya tidak ada yang membeli,” ungkap Heppy. Heppy menegaskan tidak ada satu teori ekonomi pun yang bisa digunakan untuk membangkitkan ekonomi Indonesia hari ini. Satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah dengan membangkitkan pembelaan terhadap produk-produk bangsa sendiri. Masalahnya apakah kita harus tetap berdiam diri dan membiarkan semuanya terjadi, atau berbuat sesuatu untuk ummat dan bangsa kita ke depan. “Kongres besok itu adalah sebuah cara kita berikhtiar melakukan sesuatu untuk membangkitkan kejayaan ekonomi Indonesia ke depan,” katanya. Heppy kemudian meminta kepada semua panitia agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh. Karena kesungguhan itu akan menghantarkan hasilnya. (AA) |
| Last Updated ( Thursday, 05 May 2011 07:57 ) |



