Selamat datang di iibf-indonesia.com, silahkan register terlebih dahulu untuk mendapatkan berita dan artikel terbaru dari iibf, terima kasih.
Saturday, 25 May 2013
Alaqobah : Hukum Perubahan
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Mampang X, 25/05/2012. Al aqobah kali ini lebih berwarna dan lebih luas karena hadir beberapa peserta dari daerah yang sebelumnya belum pernah ada wakilnya. “Sekarang ini ada kawan kita dari Bengkulu, Pak Edwin Yanuarta, ketua IIBF Bengkulu dan seorang Bengkulu lainnya, Bapak Yoserizal yang baru mendarat dari Madinah dan langsung ke Al Aqobah ini,” kata Farid Tri Widodo, PIC pengajian Al Aqobah IIBF pusat. Selain Bengkulu, Lampung hadir dengan 3 perwakilan yang dipimpin langsung ketuanya, Aljaz Hammar Abdullah, seorang pengusaha muda yang bergerak di bidang perdagangan umum dan budi daya jamur. Namun demikian, karena kapasitas tempat sangat terbatas jumlah peserta pengajian ini masih dibatasi. “Insya Allah dalam waktu segera kita akan punya tempat Alaqobah yang bisa menampung ribuan orang. Kemarin Pak Heppy sudah membeli tanah seluas 8 hektare di kawasan Ciawi ke selatan. Salah satu peruntukkannya untuk berkumpulnya pengusaha-pengusaha Indonesia,” lanjut Farid mengabarkan.
 
Dalam materi pokok Al aqobah ini, Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, Mkom mengurai tentang hukum perubahan. “Gelisah itu adalah alarm bahwa kita melakukan kekeliruan cara kita bermain,” kata Heppy memulai. Karena itu kita harus merubahnya dengan cara yang lebih baik. Perubahan itu sesuatu yang harus karena Rosul sendiri menegaskan kita untuk selalu berubah. Berubah seperti apa? pasti berubah yang lebih baik dari sebelumnya. “Itulah makna ucapan Rosul, orang yang beruntung itu adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin. Orang yang merugi itu adalah orang yang hari ini sama dengan kemarin. Sedangkan orang yang celaka adalah orang yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin,” tegas Heppy. Dan Bagi seorang pebisnis ada tiga hal yang harus berubah, Diri kita, Bisnis kita dan Keuangan kita.
 
Untuk membuat perubahan itu terjadi maka ada tiga hal yang harus kita lakukan, Pertama, Trust Yourself. Berikan kepercayaan kepada dirimu sendiri. Perubahan tidak pernah terjadi jika kita tidak memberi kepercayaan pada diri kita sendiri. Jika perubahan dapat terjadi pada pada orang lain, maka kita harus percaya bahwa hal yang sama dapat terjadi pada diri kita juga. Memberi kepercayaan pada diri sendiri itu harus berdasar pada prinsip iman bukan pada logika semata. Juga tidak terjebak pada teori tetapi harus bersandar pada ayat. “Makanya orang yang mengenal dirinya dia akan mengenal tuhannya,” kata Heppy. Kedua, Empower Yourself. Kuatkan dirimu sendiri. “Menguatkan diri sendiri itu ada pulsanya,” ungkap Heppy. Pulsa termudah itu adalah sodaqoh. Ketika kita sedang dalam keadaan tidak bersemangat maka cobalah cari anak-anak yatim dan dhuafa’ dan bersedekahlah kepada mereka. Cara lain untuk menguatkan diri sendiri itu dengan memperluas pergaulan dan mempertinggi ilmu pengetahuan. Hal lainnya adalah dengan memutuskan atau membuat kepautusan, karena dalam keputusan itu ada kekuatan, the power of decision, Ketiga, Drive Yourself. Gerakkan dirimu sendiri. Ada tiga cara untuk menggerakan diri sendiri, ketahui apa yang kita bela yang membuat kita selalu berusaha untuk melakukannya, buat perhitungan setiap hari tentang apa yang telah dan akan kita kerjakan, dan rubah pertanyaan anda. Khusus untuk merubah pertanyaan, jika sedang ada ide pertanyaannya WHY NOT. Jika melihat orang lain berhasil, WHY NOT ME. Jika dalam keadaan negatif, WHAT IF (bagaimana jika). Jika dalam keadaan malas, WHY NOT NOW.
 
Perubahan itu tidak akan terjadi dalam sekali pukul, tetapi sedikit demi sedikit. Mungkin hanya terjadi satu inchi dalam satu waktu. Karena perubahan itu adalah hal yang pasti terjadi maka kita harus memastikan bahwa kita terus berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena hanya dengan begitu kita akan menjadi orang-orang yang beruntung. (AA)
 
Last Updated ( Thursday, 07 June 2012 11:59 )