Selamat datang di iibf-indonesia.com, silahkan register terlebih dahulu untuk mendapatkan berita dan artikel terbaru dari iibf, terima kasih.
Sunday, 19 May 2013
IIBF Diminta Ikut Memakmurkan JIC
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Jakarta, 24/05/2012. Menjelang Ashar, delapan orang anggota dan pengurus IIBF tiba di Jakarta Islamic Center (JIC) di kawasan Koja Jakarta Utara. Mereka dipimpin langsung oleh Presiden IIBF, Ir.H.Heppy Trenggono MKom. Kunjungan ini sebagai kunjungan balasan Pengurus JIC yang bertandang ke sekretariat IIBF di Mampang Prapatan dua minggu sebelumnya. 3 orang pengurus JIC datang ke IIBF dipimpin Sekretaris Umum, H. Sukanta. “Seminggu lalu kami melakukan studi banding ke pesanteren Sidogiri di Pasuruan untuk mengembangkan JIC. Oleh Kyai Mahmud kami diminta menemui Pak Heppy dan IIBF,” kata H. Paimun, Humas JIC ketika itu. Dari pertemuan itulah kemudian disepakati untuk melanjutkan pembicaraan di JIC.
 
Usai sholat Ashar, pertemuan digelar di ruang audio visual JIC. 18 pengurus harian dan dewan pakar JIC hadir dalam pertemuan itu. Membuka pembicaraan, H. Sukanta memaparkan sejarah berdirinya JIC dan siteplan pengembangan JIC ke depan. “Dari rencana pembangunan Jakarta ke depan, JIC ini akan dimasukkan dalam salah satu tujuan wisata Jakarta. Namun mengembangkan JIC sebagai lembaga produktif secara ekonomi, kami perlu mitra yang kompeten dan terpercaya,” kata Sukanta. Dengan luas areal 10,9 ha, JIC memiliki banyak gedunga dan fasilitas lain yang belum digunakan secara maksimal. Padahal jika semua fasilitas dan asset yang ada diberdayakan secara maksimal maka pencapaian JIC sebagai pusat peradaban dan pengembangan Islam, akan akan cepat diraih. “Kita ingin JIC ini lebih hidup dan makmur, maka kami meminta agar IIBF dan jajarannya dapat ikut serta dalam memakmurkannya,” tambah Sukanta. Selama ini, kata Sukanta sudah banyak wacana dan pemikiran tentang memakmurkan JIC ini termasuk menjadikannya sebagai sentra ekonomi ummat. Namun belum ada yang terlaksana secara maksimal.
 
Merespon pemaparan dan permintaan pihak JIC, Presiden IIBF, H.Heppy Trenggono menceritakan perjalanan IIBF. “Sesungguhnya datang ke JIC ini bagi saya seperti pulang ke rumah sendiri. Karena dulu ketika awal-awal saya bangkit beberapa kali mengadakan workshop di tempat ini. Mas Paimun tahulah perjalanan itu,” kata Heppy sambil menoleh ke arah Humas JIC itu. Dan IIBF, kata Heppy adalah lanjutan dari dakwah yang pernah dirintisnya di JIC dulu. Meskipun IIBF sendiri terbentuk secara tidak sengaja, hanya bermula dari banyaknya pengusaha-pengusaha yang bermasalah datang menemuinya untuk mendengar kisah jatuh bangunnya membangun bisnis. Seiring waktu, karena jumlahnya makin banyak dan tak mungkin terlayani satu-satu maka dibentuklah satu wadah sebagai tempat berkumpul, berbagi kisah, belajar, saling menguatkan yang kemudian diberi nama Indonesian Islamic Business Forum atau IIBF.
 
Dari mana memulainya? Heppy mengusulkan untuk memulainya dengan melakukan dari hal-hal sederhana yang mudah dikerjakan. Maka dalam waktu dekat IIBF akan melakukan beberapa workshop untuk para pengusaha di tempat ini. Langkah selanjutnya bagaimana membuat JIC sebagai tempat yang dapat menarik orang banyak untuk berkunjung. “Untuk meramaikan Cibiuk siap buka cabang di sini sekaligus mengajak kawan-kawan lain yang main di kuliner,” kata Pemilik Rumah makan Cibiuk, H. Iyus Ruslan, yang juga Pembina IIBF Jawa Barat. Selain Iyus, Direktur Marketing Sygma yang mencetak Syammil Qur’an, Anton juga ikut dalam pertemuan itu, mewakili Owner Sygma yang sedang berangkat ke luar negeri. Pertemuan berakahir sesaat menjelang azan Maghrib berkumandang dengan satu komitmen bahwa akan segera dimulai kegiatan di Jakarta Islamic Center. Ust. Farid Tri Widodo ditunjuk oleh Presiden IIBF sebagai PIC untuk berkomunikasi dengan pihak JIC untuk menjalankan program itu (AA)
 
Last Updated ( Monday, 18 June 2012 09:34 )