Wednesday, 24 September 2014
IIBF - Deplu Sepakat membuka Desk Timur Tengah
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:02    PDF Print E-mail



Bandung, 30/02/2010
, Pada semester pertama 2010 ini IIBF fokus untuk membuka pasar ke Timur Tengah. Setelah bertemu dengan Pejabat Konsulat Jenderal RI di Jeddah awal Maret lalu, IIBF kemudian menandatangani nota kesefahaman dengan pihak Kementerian Luar Negeri tentang saling sikap mendukung untuk membuka pasar Timur Tengah. Penandatanganan berlangsung di hotel Grand Preanger Bandung disaksikan beberapa staf Kemlu dan 56 anggota IIBF. IIBF diwakili langsung oleh Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp sedangkan pihak Kementrian Luar Negeri diwakili oleh Pelaksana Harian Direktur Timur Tengah, Abdul Mun’im SH, MH. Beberapa poin dari kesepakatan itu antara lain :

  1. IIBF segera membentuk Desk Timur Tengah dalam rangka penguatan hubungan kerjsama perdagangan Indonesia dengan Negara-negara Timur Tengah.
  2. IBF segera membentuk tim yang akan mengkaji peluang, tantangan, hambatan bisnis antara Indonesia dengan Negara-negara Timur Tengah.
  3. Membuat kalender event kegiatan rutin setiap tahun ke Timur Tengah diantaranya :
    a. Kunjungan bisnis
    b. Mengikuti pameran internasional yang diadakan oleh negara-negara Timur Tengah
    c. Membuat perjanjian kerjasama dengan berbagai pengusaha di Timur Tengah
  4. IIBF akan meningkatkan kerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Dinas perdagangan daerah
  5. IIBF akan meningkatkan kerjasama dengan Direktorat Timur Tengah dan Direktorat Jendral Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI.
  6. Menyelenggarakan seminar tentang kerjasama bisnis Indonesia-Timur Tengah.

Kita di IIBF sudah komit untuk menjadi The Real Player dalam bisnis. Ini adalah cara yang kita tempuh untuk membangun negara ini. Insya Allah kehadiran IIBF akan melampaui jumlah minimal entrepreneur yang dibutuhkan negara ini untuk menjadi negara maju. Dan pasti untuk memenangkan permainan kita tidak bisa bermain sendiri tetapi kerja sama dengan semua pihak utamanya pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri,” kata Heppy Trenggono dalam sambutannya. Menurut Heppy permainan dunia itu adalah permainan ekonomi. Yang lain-lainya hanya instrumen pendukung. Dan permainan menyerang itu adalah dengan ekspor sebesar-besarnya produk-produk kita ke luar negeri.

Sementara itu dalam sambutannya Abdul Mun’im meminta IIBF untuk lebih proaktif dalam membuka pasar apalagi pasar Timur Tengah. Tidak hanya karena pasar Timur Tengah yang sangat terbuka lebar tetapi juga secara kultural masyarakat Timur Tengah lebih welcome dengan orang Indonesia. “Kelebihan-kelebihan ini yang harus kita manfaatkan,” kata Mun’im. Pemerintah dalam hal ini akan membantu sepenuhnya apalagi untuk kepentingan bangsa ini ke depan.

Usai pertemuan itu, Presiden IIBF menginstruksikan untuk segera membentuk Desk Timur Tengah. Maka kemudian terbentuklah Desk Timur Tengah IIBF . Koordinator DR. H. Herry Kusaeri dengan anggotanya Joni Iszunaji, Akhmad Ahyan dan Ust. Damanhuri. Pertemuan ditutup dengan doa yang dilanjutkan dengan foto bersama. Di luar hujan masih belum reda sama lebatnya ketika pertemuan tadi dimulai. “ Mudah-mudahan hujan ini menandai dan menurunkan berkah dari apa yang kita lakukan hari ini,” Edy Cahyanto, Direktur Program IIBF berkata kepada Aswandi As’an yang duduk di sebelahnya. Semoga. (AA)

Last Updated ( Monday, 19 July 2010 13:19 )