Tuesday, 23 September 2014
Belajar dengan Mentor dari Michigan
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:02    PDF Print E-mail



Bandung, 29/03/2010
, 112 orang anggota IIBF berkumpul di Bandung. Mereka berasal dari Jakarta, Semarang, Solo, Kudus, Pekalongan dan Bandung sendiri. Bertempat di sebuah hotel di jalan Asia Afrika anggota IIBF ini mendengar paparan dari Randall Book, seorang pebisnis asal Michigan, USA. Randy, panggilan akrab Randall Book diundang khusus oleh Presiden IIBF, Heppy Trenggono untuk berbagi tips bisnis. Di Amerika, Randy adalah seorang pebisnis yang bergerak di property, mining bahkan hingga ke toko sepatu. Berasal dari keluarga pebisnis Randy adalah keturunan ketiga dari keluarga Book. Kakeknya yang membangun bisnis keluarga di property namun kemudian bisnis itu ambruk pada pada generasi kedua. Dan Randy berhasil mengangkat kembali bisnis keluarganya bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Salah satu cara untuk mempercepat sukses itu adalah dengan belajar pada Mentor. Mentor adalah orang yang pernah menempuh jalan itu dan menunjukkan kepada kita bagaimana melakukannya,” Heppy memberi pengantar. Dalam acara yang berlangsung setengah hari itu Randy memaparkan tentang perjalanannya membangun bisnis. “I really start my business from the bottom,” paparnya. Randy bercerita bagaimana dia mencari guru bisnis yang kemudian mempertemukannya dengan Heppy Trenggono dalam sebuah kelas bisnis di Austin Texas, USA. Satu hal yang dia tekankan dalam berbisnis apa yang disebutnya dengan Money tree, yakni bisnis pokok yang menjadi sumber uang utama. Sedangkan sumber lain-lain disebutnya dengan dengan cabang atau ranting uang.

Sukses bisnis menurut Randy juga ditentukan oleh bagaimana kita selalu menolong orang lain. “How you care to others will define your business success,” ucap Randy. Randy sendiri dalam kehidupan sosialnya adalah Presiden Yayasan Kanker Amerika. Terinspirasi oleh teman dekatnya, Heppy Trenggono, Randy juga sekarang aktif membagikan makanan kepada warga kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya. Yang menarik dalam cerita dari Randy dalam forum itu adalah tentang bagaimana dia mengelola dan menghargai uang. Sebuah koin $ 1 sen baginya adalah sangat berharga yang membuatnya tidak segan-segan memungut dan menyimpannya. “Big always start from small. The way you do something the way you do everything,” ungkap Randy tentang sikapnya itu.

Randy dengan sangat telaten melayani semua pertanyaan dari para peserta. Dengan tetap menjaga kontak mata dengan penanya Randy seolah mengerti dengan pertanyaan dan pembicara penanya. Begitu penanya selesai tak urung dia menoleh ke arah Heppy Trenggono meminta penjelasan tentang apa isi pertanyaan yang baru saja dia dengar tadi. “There are big opportunity in this country,” Randy mengemukkan pandangannya tentang Indonesia. Di AS saat ini menurut Randy terjadi krisis ditandai jatuhnya property di pasar Amerika dengan banyaknya kredit macet di sektor ini. “If you have big cash today, come to United State and buy property soon,” Randy berkelakar. Menjawab pertanyaan salah seorang peserta tentang minatnya untuk berinvensatsi di Indonesia Randy mengatakan bahwa salah satu tujuannya ke Indonesia saat ini adalah untuk melihat peluang investasi itu. Hanya saja dia belum bisa memastikan bidang apa yang akan menarik minatnya. “This is my first time come to Indonesia,” kilahnya. Namun dia berencana akan mengajak temannya untuk ke Indonesia dan berinvestasi.

Ini memang kali pertama Randy ke Indonesia memenuhi undangan Presiden IIBF. Selain ke Jakarta dan Bandung, Randy dengan istrinya akan berlibur ke Bali selama 3 hari. Dalam perjalanan ke Bali dia berkata kepada Heppy Trenggono, “Heppy, you always make me surprised. I have no idea to say my feeling after meeting with IIBF members.” Heppy pun tersenyum dan meminta untuk ikut memberi semangat anggota IIBF mempelajari ilmu dan ketrampilan bisnis. “Ok Randy, I ask you supporting me to incourage IIBF members learn skill and business knowledge.” Randy menangangguk pelan sambil menepuk pundak kawanya itu. (AA)

Last Updated ( Friday, 25 June 2010 19:40 )