Monday, 22 September 2014
Launching IIBF Solo : "Bangun Mental Bangsa Pintar"
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Solo, 9/4/2010
, “Solo ini adalah kotanya para business player.” Itulah salah satu ucapan Presiden IIBF, Heppy Trenggono saat menyampaikan pidatonya pada peluncuran IIBF Solo tanggal 9 April lalu. Menurut Heppy , dari tamu undangan yang hadir saja sudah bisa diukur bahwa Solo ini memiliki banyak pemain. “Disini ada Haji Adib, Pak Zainal, Ibu Iwan juga hadir, Pak Imam Sujono dan lain-lain yang tak bisa saya sebutkan satu persatu karena terlalu panjang daftar para pemain di ruangan ini,” kata Heppy yang disambut dengan tepuk tangan hadirin.

Heppy yang mengenakan batik berwarna coklat muda juga menjelaskan tentang peran strategis para entrepreneur untuk kemajuan sebuah bangsa. “Indonesia sangat kekurangan entrepreneur. Untuk menjadi negara maju, sebuah negara paling tidak harus memiliki 2 % entrepreneur dan Indonesia hari ini hanya memiliki 0,18% saja,” jelas Heppy. Maka tak heran bila kekayaan alam yag berlimpah ini belum bisa membuat Indonesia menjadi negara besar dan jaya. Sebaliknya justru sumber alam melimpah itu menjadi strategi kemajuan bangsa lain. “Sumber daya alam saja belum cukup untuk menjadi negara besar dan jaya tanpa dibarengi dengan mental dan strategi bangsa pintar” kata Heppy. Menyinggung tentang IIBF Heppy mengajak semua untuk bergabung dalam wadah ini. “IIBF bukan hanya wadah untuk membangun dan mengambangkan ilmu dan ketrampilan bisnis tapi juga wadah untuk membangun ummat dan bangsa,” lanjut Heppy. Melalui IIBF, kata Heppy akan muncul para pebisnis yang menjalankan bisnis dengan ilmu dan ketrampilan bisnis dan ditopang oleh spiritual yang kokoh. Dan selanjutnya mereka akan menjadi the real business player yang akan menjadi kejayaan bangsa ini ke depan.

Sementara itu, salah satu Pembina IIBF Solo, Prof. H. Bambang Setiaji, dalam sambutan pembukanya mengemukakan bahwa kemiskinan hanya bisa dihapus dengan entrepreneurship. “Kemiskinan itu tidak bisa dihapus dengan sedekah karena sedekah bukanlah memecahkan masalah yang disedekahkan tetapi jalan keluar untuk yang bersedekah. Kemiskinan hanya bisa dihapus dengan entrepreneurship,” ungkap Bambang. Rasulullah kata Bambang pernah menolak permintaan sedekah seorang pemuda yang memiliki badan yang kuat dan menyuruh pemuda itu mencari kayu bakar dan menjualnya ke pasar. Ballroom hotel Lorin solo penuh sesak oleh para tamu undangan ketika acara ini berlangsung. Diawali pembacaan ayat suci Alqur’an dan sambutan pembuka Prof Bambang. Kemudian dirangkai dengan pembacaan doa. Pengenalan IIBF mulai dari sejarah berdiri, visi misi dan perjalanan dan jejak yang telah dilakukan IIBF oleh Sekjen IIBF, Aswandi As’an. Kemudian launching website IIBF (www.iibf-Indonesia .com) oleh Ketua Dewan Pembina IIBF Joko Wahyudi. Presiden IIBF, Heppy trenggono menyampaikan sambutannya menjelang peluncuran IIBF Solo. Peluncuran ditandai dengan penyerahan pataka IIBF Solo oleh pengurus IIBF wilayah Jawa Tengah.

Peluncuran ini dilanjutkan dengan workshop BRC (Business Rich Class) selama 3 hari dari tangga 9-11 April) di tempat yang sama. Sebuah workshop yang membicarakan tentang hal-hal yang menyebabkan kejatuhan para pebisnis dan cara menghindarinya, hutang yang boleh dan yang dilarang dalam bisnis, juga problem solving melalui tanya jawab bisnis. Materinya disampaikan langsung oleh presiden IIBF, Heppy Trenggono. “Kelas bisnis di IIBF berbeda dengan yang lain. Di sini semua peserta harus berpikir dan biasa membicarakan masalahnya,” kata Heppy di depan para peserta. Seminggu setelah launching ini kepengurusan IIBF segera terbentuk dan melaksanakan program – program IIBF untuk mencetak satu juta pengusaha yang kuat tahun 2020. (AA)

Last Updated ( Friday, 25 June 2010 19:39 )