Monday, 20 October 2014
STEI Tazkia Minta IIBF Membina Entrepreneur Kampusnya
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Jakarta, 19 Mei 2010

Pagi pukul 08.10 wib, di ruang kerjanya, Presiden IIBF , Ir. H. Heppy renggono Mkomp, kedatangan tamu seorang pakar ekonomi syariah Indonesia, DR, Muhammad Syafii Antonio. Mec. Bulan Maret lalu lalu keduanya sempat bertemu dalam satu forum di Universitas Sultan Agung, Semarang sebagai pembicara dalam launching Bank Jateng Syariah. Dari pertemuan itu Syafii mengatakan akan berkunjung ke kantor IIBF pada bulan April lalu. Namun terpaksa harus diundur karena Heppy Trenggono berada di Amerika selama dua minggu.

Dalam pertemuan selama dua jam itu, Syafii menyampaikan beberapa hal. Salah satunya meminta agar IIBF dapat terlibat dalam pembinaan mental entrepreneurship para mahasiswa Sekolah Tinggi Ekonomi Islam, STEI Tazkia yang dipimpinnya. Kami sedang membuka program study baru khusus entrepreneship. Jadi kami minta kepada Pak Heppy selaku Presiden IIBF untuk ikut terlibat dalam program ini,” kata Syafii. Syafii menambahkan bahwa STEI sendiri sudah mengeluarkan 5 gelombang wisudawan yang semuanya bekerja di bank-bank syariah. Karena sekarang saja sudah ada 14 bank konvensional yang memiliki divisi bank syariah yang dibina langsung oleh Syafii.

Atas permintaan itu Heppy langsung menyanggupi. Apalagi selama ini IIBF sudah beberapa kali melakukan Ecamp (entrepreneur campus) di beberapa universitas. Terkahir di ITB Bandung dengan 1.200 lebih peserta. Sebelumnya di Undip, Semarang dengan 1.300 peserta. Dan beberapa kampus lain seperti UIN Sunan kalijaga Jogjakarta, Unikal Pekalongan dan lain-lain. Untuk di Tazkia kita akan bagi dalam dua bagian. Pertama ada semacam stadium general sehari tentang entrepreneurship dan kedua workshop entrepneurship selama 2 hari. Kita akan menarik anak-anak itu masuk dalam koridor entrepreneurship sehingga mereka merasa menjadi pengusaha adalah bagian dari kenyataan hidup mereka juga. Targetnya mereka tahu apa yang akan dilakukan jika ingin memulai bisnis”, kata Heppy.

Bertukar pengalaman masing-masing menjadi salah satu topik dalam pertemuan ini. Syafii menceritakan tentang pengalaman hidup sebagai seorang muallaf yang kemudian menjadi ahli ekonomi syariah. Heppy menceritakan pengalaman bisnisnya yang sempat jatuh dalam lilitan hutang sebesar Rp. 62 miliar dan bangkit dalam waktu 2,5 tahun dan kini membangun bisnis tanpa utang dan riba.

Dalam pertemuan itu, Syafii memberikan 2 buku yang ditulisnya kepada Heppy tentang kehidupan Rosululah sebagai seorang Leader dan Manager. Heppy kemudian membalas dengan memberi bukunya “Menjadi Bangsa Pintar “ yang ditulisnya akhir tahun lalu. Kemudian ditutup dengan menikmati POTAYO” bubur kentang instant, salah satu produk Balimuda Food, perusahaan consumer goods yang didirikan Heppy. Kita sudah masuk ke beberapa super market. Dan sekarang sedang mengembangkan beberapa produk yang akan kita launch akhir tahun ini dan awal tahun depan,” Heppy berkisah tentang bisnisnya.

Syafii dan dua stafnya kemudian pamit diringi dengan lambaian tangan Heppy dan dua orang anak buahnya.****

Last Updated ( Friday, 25 June 2010 19:37 )