Thursday, 18 September 2014
Pands Collections Buka Cabang di Jogja
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Jogjakarta, Juli 2010. Ruas jalan Simanjuntak Jogja siang itu cukup padat dan kendaran berjalan merayap. Suara peluit dan teriakan tukang parking saling bersahutan bersaing dengan deru mesin mobil dan sepeda bermotor. Ada apa gerangan? Pands Collections membuka cabang barunya di kota gudeg itu. Pands Collections adalah sebuah usaha yang bergerak dalam bidang busana dan perlengkapan ibadah. Perusahaan keluarga milik Pak Hamim dan Bu Faizah ini sudah berjalan lebih 23 tahun dan memiliki tempat tersendiri di mata customernya di kota Semarang.   Namun di balik kemegahan Pands collections yang berpusat di jalan Pandanaran semarang itu, ada kisah dan  jalan panjang yang ditempuh Pak Hamim dan Bu Faizah. Suami istri itu  membangun bisnis sejak Pak Hamim masih aktif sebagai tentara di Kodam IV Diponegoro. “Saya masih ingat bagaimana kami memulai bisnis ini. Istri saya harus bolak balik dari Semarang ke Tanah Abang untuk memasarkan produk-produk kami. Saya beruntung memiliki istri yang luar biasa ini karena dialah bisnis ini bisa berdiri dan besar seperti sekarang,” kata Pak Hamim dalam sebuah workshop IIBF di Semarang.   Bu Faizah yang berdiri di sampingnya senyum-senyum mendengar kisah suaminya itu dan kemudian meraih mic di tangan suaminya, “Saya lebih beruntung lagi  karena memiliki suami yang sabar dan penyayang yang bisa membuat saya bersemangat dan fokus dengan bisnis kami,” Bu Faizah balik memuji. 
 
Cabang Jogja ini managemennya  dipegang putra tertua Pak Hamim, Mohammad Zaky yang bertindak sebagai Dirut.  Dalam grand opening siang itu, Presiden IIBF, Heppy Trenggono menjadi tamu istimewa yang diundang Pak Hamim dan keluarganya. “Saya ingin Pak Heppy memberikan wejangan sekaligus pembekalan kepada anak saya meskipun hanya sepuluh menit,” Pak Hamim berbisik kepada Sekjen IIBF, Aswandi As’an. Heppy Trenggono yang siang itu mengenakan batik merah hati mengatakan bahwa banyak pelajaran bisnis yang bisa diambil dari perjalanan Pands Collections ini. “Banyak orang tidak tahan untuk segera membesarkan bisnisnya dengan cara membuka cabang dimana-mana. Tapi itulah yang membuat bisnis itu akan jatuh. Maka sebelum menjadi besar bisnis harus kuat dulu. Karena besar akan mudah jika sudah kuat. Tapi kalau sudah besar tidak mudah untuk menjadi kuat. Dan kepada Bapak dan Ibu Hamim, sekarang anak-anak sudah besar. Sudah waktunya mereka untuk menjalani dunianya dengan segala kekurangannya,” kata Heppy.
 
Setelah berkeliling melihat koleksi di semua lantai, Pak Hamim meminta Heppy menulis testimoni dan tanda tangan di kanvas yang telah disediakan. Seperti biasa di ujung acara-acara ada yang tak boleh terlewatkan, foto bersama. (AA)
Last Updated ( Wednesday, 21 July 2010 13:30 )