Riba Itu Mentalitas
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Surabaya 1/8/10. Presiden IIBF, Heppy Trenggono menyatakan bahwa riba itu adalah sebuah mentalitas. Pernyataan ini disampakan di depan 300-an peserta seminar “Mengelola Bisnis Syariah” di hotel Novotel Surabaya, Minggu siang. Sebuah seminar yang diadakan oleh lembaga training Nara Qualita Ahsana (NQA) bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM). “Ada tiga kesalahan besar kita melihat bisnis syariah atau riba hari ini. Pertama, kita menganggap syari’ah  itu sebagai sebuah pilihan. Kedua, kita menganggap riba tidak bisa dihindari saat ini . Ketiga, kita akan komit meninggalkan riba jika bisnis kita sudah sukses” urai Heppy. Meninggalkan riba ketika sudah sukses itu, menurut Heppy tak ubanya sama dengan kita baru akan minum air putih  apabila kita sudah sehat dengan mengkonsumsi air comberan.
 
Menjawab pertanyaan seorang penanya asal Gresik, Heppy menjelaskan mau tidaknya kita meninggalkan riba itu terpulang pada purpose kita berbisnis. “Kita menganggap tidak bisa menghindari renten dalam berbisnis karena tujuan kita tidak jelas dan kita tidak bisa membuat pilihan,” tegas Heppy. Sekarang ini, lanjut Heppy belum banyak contoh pengusaha atau perusahaan yang tumbuh dan berkembang yang dikelola sesuai dengan prinsip syari’ah. Sehingga banyak orang tidak yakin dan menganggap bisnis syariah itu  sebagai sebuah pilihan. “Seorang partner saya  pernah bertanya, “Hep, kamu mengelola perusahaan secara syariah itu karena apa? Apa karena pasarnya sedang berkembang sebagai sebuah strategi marketing atau apa? Saya jawab, tidak! Saya ingin selamat,” kata Heppy menceritakan pengalamannya. Heppy kemudian melengkapi kisahnya ketika dia memutuskan mengelola United Balimuda Group, perusahaan yang didirikannya berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam. “Alhamdulillah Balimuda hari ini dengan asset 3 triliyun tidak menggunakan system riba,” kata Heppy yang disambut tepuk tangan peserta seminar.

Berdasarkan pengalamannya bertemu dengan banyak pengusaha Heppy mengungkapkan bahwa tidak ada satupun pengusaha muslim yang sukses bisnis dengan menggunakan sistem riba. Riba itu bukan hanya sebuah cara tetapi juga mentalitas. “Spirit riba itu adalah keserakahan bukan memberi pertolongan. Karenanya tidak ada keberkahan” tegas Heppy.
 
Dalam acara seminar sehari itu menampilkan juga tiga pembicara lain, DR.Makhlani (Representatif Islamic Development Bank), DR. Mulya Effenfi Siregar (Dir. Perbankan Syariah BI) dan Yuslam Fauzi, MBA (Dirut Bank Syariah Mandiri). (AA)
Last Updated ( Tuesday, 03 August 2010 10:02 )