Friday, 24 October 2014
One Month Entrepreneurs (OME) : Harus Merubah Cara Bermain
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Semarang,3/08/2010. “ Ya…  itulah kenapa OME ini dibuat berkelompok  bukan personal,  supaya bisa berbagi job maupun peran, sehingga tidak kecapekan,” jelas Project Officer OME, Mashudi, ketika review pekan ke-2 OME di kantor IIBF Semarang. Banyak cerita inspiring muncul ketika lobi, deal kerjasama, deal pembelian, hingga proses yang harus mereka hadapi untuk menggapai apa yang mereka usahakan, menjadi pengusaha yang sesungguhnya dan tentunya yang terbaik di ajang One Month Entrepreneurs  IIBF ini.  Dalam setiap review masing-masing team diminta melaporkan 1. Plan atau Activity, 2. Actual, 3. Achievement, 4. Growth yang meliputi OMSET dan Profit, 5. Kendala yang di hadapi dan 6. Next plan.
 
Beragam kisah muncul dari para peserta ketika  menjalankan usaha  mereka.  Mulai dari sale menurun, kejenuhan, pembagian job tidak jelas, frustasi menghadapi team, kinerja team yang drop  karena capek  karena  direct selling masih menjadi salah satu strategi utama. “Rekan-rekan OME harus merubah cara bermain, tidak cukup direct selling saja yang menjadi strategi utama, tetapi juga harus bekerjasama dengan instansi, memanfaatkan jaringan dan relasi, investor, dan lain-lain supaya energinya tidak cepat habis,” tambah Sodik, Ambassador IIBF  menanggapi hal tersebut.
 
Kisah-kisah inspiring yang muncul tak kalah menariknya. Team Wong Sugih misalnya dengan Deci Anawati sebagai Ambassadornya. Di team ini hanya satu orang orang yang memiliki kendaraan bermotor (sepeda motor), sehingga ketika akan berjualan ke suatu tempat maka satu orang ini harus antar jemput anggota team guna memobilisasi mereka ketempat yang telah mereka targetkan. Bisa di banyangkan betapa letih dan sibuknya mereka, jika dalam sehari mereka mengunjungi 3 sampai 4 tempat berbeda.
 
Team ABA memiliki kisah berbeda. Mereka meminta testimoni ke para ahli gizi di RSU Kariadi, Semarang, untuk  menambah pengetahuan mereka akan manfaat dan kandungan dari POTAYO, produk yang mereka jual,  sehingga mereka lebih percaya diri melakukan penjulan.  Bahkan pihak RSU Kariadi mempertimbangkan akan menggunakan POTAYO untuk para pasien di sana.
 
Ada juga team yang mencoba untuk menjadi supplier swalayan, 5 in 1, team ini sudah negosiasi untuk menjadi supplier POTAYO untuk Swalayan ADA di Jawa Tengah. Mereka bahkan sudah mengirim sample ke berbagai daerah di Indonesia, sepeti Bali, Kalimantan dan Sulawesi serta ke luar negeri seperti Singapore, Malaysia. Dan tidak tanggung-tanggung  team ini menargetkan reveneu 1.000.000.000,- selama OME berlangsung.
 
Hanya satu team saja yang mengalami penurunan OMSET, selebihnya mengalami kenaikan bahkan ada yang sampai 400% jika di bandingkan di minggu pertama.  Dalam pencapaian target, Team ABA mampu melebihi target yang telah mereka canangkan sendiri.
 
Salah satu titik lemah para peserta ini adalah pengelolaan tim. Peserta kemudian diberi materi untuk mempertajam sisi ini. Agar kita mimiliki team yang bagus maka ada beberapa syarat yang harus dimiliki yakni ; Leadership yang bagus, Tujuan yang jelas,   Rules of the game,  dan  sungguh-sungguh (ANS)
 
Last Updated ( Thursday, 05 August 2010 11:29 )