Saturday, 20 December 2014
Merdeka Itu Bebas dari Sedih dan Khawatir
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Jakarta, 17/08/2010. Seharusnya hari kemerdekaan tahun ini adalah momen yang paling sakral dibandingkan tahun-tahun lain. Karena 65 tahun lalu proklamasi juga jatuh pada bulan Ramadhan. Tapi denyut sakral itu hari ini tidak terasa. “Apakah ini karena kita sudah menganggap kemerdekaan bukan lagi sesuatu hal yang harus disyukuri?” kata Presiden IIBF, Heppy Trenggono, saat memberi sambutan peringatan HUT RI ke-65 di depan warga Mampang Prapatan Jakarta selatan, Selasa sore.   Menurut Heppy merdeka itu adalah bebas dari sedih  dan khawatir. “Maka selama kita masih merasa sedih dan ada yang kita khawatirkan  sesungguhnya  kita belum merdeka. Entah itu khawatir dengan harga sembako yang akan naik. Sedih dengan perilaku anak-anak akibat informasi negatif dan lain-lain,” lanjut Heppy. Agar terbebas dengan rasa sedih dan khawatir itu menurut Heppy  kita harus kembali pada ajaran, yakni apa yang diajarkan Allah dan rosulNya .
 
Dalam kesempatan itu, Heppy juga menyorot tentang kondisi Indonesia yang saat ini terus didera masalah. “Masalah-masalah muncul karena kita meninggalkan ajaran itu. Orang melakukan korupsi karena dia tidak percaya dengan kebaikan sehingg untuk menjadi kaya dia mau menempuh jalan buruk,” tegas Heppy. Menanggapi pertanyaan beberapa media tentang masa depan Indonesia, Heppy mengatakan bahwa Indonesia ini adalah sebuah negara yang sudah dipersiapkan Allah untuk menjadi bangsa besar. Sumber alam yang berlimpah, negeri yang strategis, jumlah penduduk yang besar adalah modal  given untuk bangsa ini menjadi bangsa besar. Sayangnya menurut Heppy, modal besar ini saat ini masih belum menjadi kekuatan untuk meraih kejayaan itu. Malah justru jadi alat dan strategi bangsa lain untuk kemajuan negaranya. “Ibarat bank, Indonesia itu adalah bank pemerintah yang memiliki nasabah sampai ke pelosok-pelosok kampung. Tidak mungkin dibangkrutkan meskipun mengalami goncangan. Tinggal menunggu seorang Direktur yang  piawai   untuk memimpin bank itu bangkit dan keluar dari masalahnya,” kata Heppy.  
 
Peringatan HUT RI ke -65 warga Mampang Prapatan ini dipusatkan di gedung  Balimuda Center,, Jl. Mampang prapatan XIV/99 Jakarta Selatan. Acara ini diikuti oleh alim ulama, tokoh masyarakat dan  pemuda serta  warga setempat. Semua peserta mengenakan baju putih dengan sematan pita merah putih di dada kiri. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sholawat nabi dan tahlilan. Kemudian pada bagian akhir ada “Talkshow Lesehan” tentang makna merdeka di mata awam, ulama dan pengusaha. Acara diakhiri dengan buka puasa bersama dan sholat maghrib. (AA)
 
Last Updated ( Wednesday, 18 August 2010 13:07 )