Saturday, 20 December 2014
“Indonesian Dream” Pemenang OME I
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Semarang, 22/08/2010. Indonesian Dream Corporation (IDC), akhirnya memenangkan kontes entrepreneurship, One Month Entrepreneurs (OME) yang diadakan oleh IIBF di Semarang, Jawa Tengah. Kelompok yang pada minggu pertama tidak diperhitungkan ini, di depan dewan juri menyampaikan presentasi kinerja perusahaannya dengan sangat meyakinkan. Dengan profit 40 persen lebih IDC juga memiliki keunggulan lain yakni menjadi sebuah tim yang solid hingga akhir program ini. “Dalam sebuah perusahaan tim itu sangat penting. Maka selain cash, people adalah modal penting untuk membuat perusahaan itu berjalan atau tidak, “ Coach Joko, salah seorang juri, memberi alasan kelebihan tim ini. Suasana haru yang diwarnai tangis para peserta dan orang tua membuat suasana ruangan di hall Indosat Semarang ini semakin larut. Ibnu Hartomi, ketua IDC dengan berurai air mata memeluk satu-satu anggota timnya Nur Hasyim, Helmy Hidayat, Mochammad Adi Saputro dan Aziz Muhtarom.  Dengan air mata yang berlinang dan mulut terkunci para anggota IDC juga menyalami beberapa kelompok lainnnya, yang selama program berjalan menjadi teman sekaligus kompetitor.
 
Mereka kemudian naik ke panggung bersama Ambassador nya Marsono, yang selama program mendampingi mereka menjalani perusahaannya.  Dalam victory speechnya, dengan terbata-bata Tomi menyebut kemenangan timnya sebagai kemenangan semua peserta OME. “Tanpa kalian semua, saya dan teman-teman saya ini tidak akan dapat melakukan apa-apa. Karena kalianlah kami bisa seperti sekarang. Maka kemenangan ini sesungguhnya adalah kemenangan kita semua yang telah berhasil mengalahkan diri kita sendiri,” ungkap Tomi yang disambut tepuk tangan hadirin.   Sempat beberapa kali Tomi terhenti ucapannya untuk menguasai diri yang sudah diliputi rasa haru. Sebelum akhirnya dia menyerahkan mic ke ambassadornya untuk melanjutkan speech-nya itu. Dan di sini baru terungkap ternyata tim ini tiga hari pertama belum bisa menjalankan perusahaan karena belum memiliki modal. Mereka harus menunggu pasar barang bekas buka dulu untuk menjual beberapa barang bekas yang mereka miliki untuk modal menjalankan perusahaannya.  “Mereka pernah mau meminjam ke saya karena sampai hari ketiga mereka belum bisa jualan. Tapi tidak saya kasih karena saya ambassador mereka, “  ungkap Marsono. Aturan mainnya mereka harus menyetor modal sendiri dengan menunjukkan bukti penyertaan modal dalam perusahaan itu.   Dengan kemenangan ini IDC berhak mendapat hadiah uang tunai dan sertifikat dari penyelenggara.
 
Di posisi kedua adalah kelompok Abdurrahman bin Auf (ABA) Corporation. ABA unggul dalam kreatif marketing dengan angka penjualan cukup tinggi namun profitnya kecil. Bahkan profit mereka di bawah pemenang ketiga kelompok IYES (Indonesian Young Entrepreneur School) Corporation. IYES unggul dalam strategi marketingnya. Semua peserta OME juga diberi sertifikat dan pin sebagai tanda bagian dari IIBF dalam wadah bernama Indonesian Young Entrepreneur Association (IYEA). Dari 340 orang atau 68 kelompok peserta yang mendaftar pada bagian awal, hanya 17 kelompok lolos untuk ikut program. 1 kelompok dinyatakan gugur dan 2 kelompok dinyatakan tidak lulus.
 
Dalam sambutannya, Presiden IIBF, Heppy Trenggono mengatakan banyak peserta yang mengirim email kepadanya agar program ini dilanjutkan karena mereka sudah terlanjur senang dengan mengelola usaha sendiri. Namun karena program ini harus berakhir beberapa orang peserta meminta satu tip sederhana untuk sukses dalam bisnis. “ Ada satu kunci sukses yang tidak boleh kalian semua lupakan. Kalau kalian pegang maka tidak hanya sukses dunia tetapi juga sukses akhirat,” kata Heppy di depan para peserta. Sayangnya menurut Heppy para pebisnis lupa dengan kunci sukses itu sehingga ketika mengalami masalah tidak tahu bagaimana memecahkan masalahnya. “Kunci sukses itu adalah orang tua kalian sendiri. Mintalah doa restu keduanya terutama ibumu. Dan hari ini kalian datang dengan orang tua masing-masing. Sampaikanlah langsung kepada mereka apa yang kalian lakukan dan komitmen kalian jika sudah menjadi orang yang berhasil,” lanjut Heppy.   Pelan-pelan terdengar isak dan sesenggukan para peserta sambil memegang tangan dan bersujud di depan orang tua masing-masing.
 
Acara di tutup dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai komitmen kecintaan kepada tanah air. (AA)
Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 14:11 )