Wednesday, 22 October 2014
One Month Entrepreneurs; Kebangkitan Indonesia Sebagai Entrepreneur Nations
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Semarang, 22 /08/2010. Mengapa di Indonesia disebut sebagai negara miskin..? Jawaban sederhananya adalah karena sebagian besar penduduknya bukan orang kaya. Sebab sebuah negara disebut negara kaya atau miskin, salah satu indikatornya adalah income perkapita penduduknya. Mengapa penduduk Indonesia banyak yang tidak kaya? Karena jumlah pengusahanya sangat sedikit. Hanya 0,18 % dari jumlah penduduknya, sangat jauh dari syarat minimal untuk sebuah negara maju, 2 %.
 
Mengapa jumlah pengusaha kita sedikit? Karena entrepreneurship di Indonesia belum menjadi kultur. Akibatnya minat menjadi pengusaha sangat rendah dan menganggap bisnis sebagai milik orang lain. Para orang tua lebih mengarahkan anaknya untuk menjadi pegawai daripada jadi pengusaha. Mengapa? karena dalam entrepreneurship itu ada jualan. Dan jualan itu dianggap sebagai kegiatan yang memalukan atau merendahkan martabat.    
 
Secara historis, Indonesia ini dibangun oleh kaum pedagang yang berbisnis dari satu wilayah ke wilayah lain. Mulai dari ujung barat di kerajaan Samudera Pasai, Palembang, Banten, Sunda Kelapa, Cirebon, Demak, Tuban, Makkassar, Gowa hingga ke kerajaan-kerajaan di sekitar Maluku (Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo). Maka kemudian dikenal istilah bahasa pasar atau “lingua franca”  untuk mereka berkomunikasi. Dalam hal ini bahasa Melayulah yang menjadi bahasa pasar itu yang kemudian menjadi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
 
Kemiskinan kini telah menjadi titik terlemah sistem pertahanan Indonesia. Karena miskin kita tidak bisa membeli peralatan system senjata tentara kita. Juga tidak bisa menggaji para tentara dan polisi kita dengan layak. Miskin pula yang menyebabkan bertebarnya anak-anak bangsa mencari makan di negeri orang. Karena alasan miskin pula kita tidak bisa membela mereka ketika harkat mereka diinjak, martabat mereka dihina dan kehormatan mereka direnggut,” kata Presiden IIBF, Heppy Trenggono. Maka untuk mengembalikan kejayaan bangsa ini ke depan menurut Heppy adalah membangkitkan spirit penggerak pembangun bangsa ini. Heppy menyebut spirit  itu adalah Entreperenurship. 

KiniIndonesia sudah tidak mampu lagi bersaing dengan bangsa lain. Bahkan dengan  bangsa yang jauh lebih kecil seperti Singapura.  Negara dengan 2 juta km2  ini hanya memiliki angka ekspor 26% dari angka ekspor Singapura yang luasnya hanya 696 km2. Apalagi jika dibandingkan dengan Jepang dimana Indonesia memulai sejarahnya mulai dari titik yang sama 1945. Bahkan saat itu Jepang mulai dari minus karena dua kota utamanya hancur luluh oleh bom atom tentara sekutu. Tapi 65 tahun setelah itu, Jepang sudah mengusasai dunia dengan produk-produknya, sementara Indonesia masih bingung menentukan tarif dasar lsitrik dan urusan kecil lainnya.
 
One month entrepreneurs (OME), sebuah program yang  digagas oleh Heppy Trenggono  untuk mencetak para entrepreneur Indonesia yang akan menjadi bagian dari kejayaan Indonesia ke depan. Dari 68 kelompok (@ 5 orang) yang mendaftar , hanya 16 kelompok yang lolos ikut dalam program ini. Selama menjalani program 2 kelompok dinyatakan gugur dan 14 kelompok yang sampai ke garis akhir. Lulus dari program para peserta sudah memiliki skill untuk menjadi pebisnis dan bisa mendirikan perusahaan sendiri.  Setiap kelompok didampingi oleh seorang Ambassador,yaitu anggota IIBF yang bertugas melatih dan menuntun menjalankan bisnis.   Satu kelompok akan dipilih sebagai pemenang setelah mereka mengungguli kelompok yang lain dalam hal Kekompakan tim, Profit and Sale, Creative Marketing, Financial management, Attitude dan Presentasi.  Semua peserta yang lulus dalam program ini akan diberi  sertifikat dan tanda khusus sebagai anggota IIBF. OME Semarang ini adalah OME perdana yang akan dilanjutkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Dari progress para peserta, Heppy mengatakan   program ini menjadi salah satu menjadi kawah candradimuka para pengusaha kuat Indonesia. Karena ituah Heppy optimis OME ini menjadi langkah awal kebangkitan Indonesia sebagai Entrepreneur Nation.   Untuk meneguhkan tekad dan komitmen Presiden IIBF bersama dengan sejumlah Pengurus dan anggota IIBF, Minggu mendeklarasikan Indonesia sebagai Entrepreneur Nation.
 
Selama ini banyak pengusaha kita  yang memulai dan menjalankan bisnis tanpa ilmu dan ketrampilan bisnis.  Bahkan banyak yang tidak mengerti language of Business. Inilah sebab nya mengapa angka kejatuhan bisnis sangat tinggi,” ungkap Heppy. Menurut Heppy, program ini adalah salah satu cara IIBF untuk mencetak pengusaha yang  fluent dengan ilmu dan skill bisnis. Lebih dari itu program ini adalah upaya untuk menjadikan entrepreneurship  sebagai kultur di Indonesia.   Entrepreneurship adalah sikap mental yang juga harus dimiliki oleh pemerintah.  Pemerintah yang kuat itu menurut Heppy adalah pemerintah yang memiliki entreprenurship dan leadership sekaligus dengan ditopang oleh spiritualitas tinggi .  Karenanya beragam masalah yang melilit Indonesia hari ini karena dua hal ini tidak efektif dalam pemerintah sekarang. (AA)
 
Last Updated ( Tuesday, 24 August 2010 14:20 )