Monday, 22 September 2014
Telkom Pusat Minta IIBF Bina Pegawai MPP
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Bandung, 2/9/2010. Sebagai sebuah perusahaan yang sangat sehat Telkom merupakan salah satu BUMN yang sangat profitable. Perusahaan ini tidak hanya mampu bersaing tetapi justru mengungguli perusahaan swasta dengan core bisnis sejenis. Produk-produk yang diluncurkan di pasar selalu booming. Tidak hanya produk tetapi juga sekolah-sekolah yang berbasis IT yang dibangun Telkom juga menjadi sekolah favorit. “Satu sekolah saja tahun ajaran baru  kemarin terdaftar 15.000 lebih calon mahasiswa, yang kita terima hanya 1.600 pendaftar saja,” kata Heri Kusaery, Direktur Yayasan Telkom yang membawa sekolah-sekolah Telkom.
 
Kesejahteraan karyawan juga sangat baik.  “Seorang sopir saja ketika pensiun menerima uang pensiun sebesar Rp. 800 juta jika dia mengambil sekaligus,” kata Amir, salah seorang pengurus Sekar (serikat Karyawan) Telkom. Menurut Amir, sebagian besar para pegawai Telkom mengambil uang pensiunnya sekaligus karena keinginan membuka usaha sendiri. Memang ada yang berhasil tetapi sebagain besar gagal karena tidak tahu bisnis. Bahkan tidak sampai setahun uang miliaran yang diterima itu hilang begitu saja karena bisnisnya jatuh atau bangkrut.
 
Usai memberi pengajian tentang “Menjadi Bangsa Pintar” di mesjid Telkom, Kamis siang, Presiden IIBF Heppy Trenggono ditemui beberapa pegawai senior Telkom yang sudah MPP (masa persiapan pensiun). Beberapa diantaranya sudah memulai bisnis. Mereka minta agar IIBF ikut membina para pensiunan Telkom yang akan memuli bisnis. “Semuanya memang bisnis Pak Heppy, tapi memiliki bisnis sendiri lain lagi ceritanya. Karena ternyata banyak juga kawan kami yang gagal. Tetapi yang membuat kami-kami ini terpacu karena melihat banyak juga kawan-kawan kami yang berhasil,” kata Suminta, salah seorang pegawai senior. Masalahnya, kata Suminta, mereka tidak tahu kemana harus belajar dan bertanya tentang ilmu dan ketrampilan bisnis itu.
 
Heppy menanggapi permintaan ini dengan menceritakan sedikit tentang sejarah dan gerakan IIBF.  “Pertama, bergabunglah dengan IIBF. Di situ Bapak-bapak akan bertemu dengan banyak pengusaha dan pelan-pelan bahasa dan kultur bisnis mereka juga akan menjadi milik bapak juga. Kedua, teruslah belajar dan tak perlu malu membicarakan masalah. Karena di IIBF para pebisnis biasa membicaraan masalahnya,” Heppy menyarankan.   Konkritnya, menurut Heppy IIBF akan membuat sebuah program khusus untuk para pensiunan.  “Ini salah satu program IIBF Jawa Barat ini, “ kata Heppy sambil menoleh ke Riza Zakaria, Ketua IIBF Jawa Barat yang duduk di sebelahnya.
 
Medengar penjelasan Presiden IIBF itu, mantan Ketua Umum Sekar Telkom yang juga dewan Pembina IIBF Jawa Barat, Heri Kusaery tidak bisa menahan untuk tidak komentar.” Ini yang ditunggu teman- teman ini, Pak Heppy, agar mereka juga ikut happy. Sehingga MPP itu betul menyenangkan bukan MPP dalam makna yang lain, Mati Pelan-pelan,“  kata Herry yang disambut gerrrr oleh semua yang hadir. (AA)
 
Last Updated ( Tuesday, 07 September 2010 11:57 )