Monday, 22 September 2014
Para Pengusaha Senior Hadiri Halal Bi Halal IIBF Jawa Tengah
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Semarang, 26/09/2010, Bertempat di SD Hidayatullah, Banyumanik, Semarang, sejumlah pengusaha senior Jawa Tengah berkumpul dalam acara Halal Bi Halal IIBF Jawa Tengah, Minggu siang. Ketua Dewan Pembina IIBF Jateng, Hasan Thoha Putra sebagai ahlul bait kelihatan paling sibuk menyambut para tamu dan koleganya. Bahkan beberapa tamu sempat diajak tour melihat situasi dan fasilitas sekolah Hidayatullah itu. Para anggota IIBF yang hadir sebagain besar berasal dari semarang dan kota-kota sekitar seperti Solo, Kudus, Purwodadi dan lain-lain. “Kita ingin membuat momen ini sebagai ajang untuk konsolidasi semua komponen yang ada di IIBF,” kata Joko Waluyo, ketua panitia acara ini. Karena itu, kata Joko, Dewan Pembina, Pengurus, Tim Engine, simpatisan dan alumni OME juga dilibatkan dalam acara ini. Maka tempat yang disediakan menjadi membludak hingga keluar ruangan.   
 
Dalam sambutannya, Presiden IIBF, Heppy Trenggono mengungkapkan tentang penemuan ahli fisika nuklir asal Brazil DR. Arisiyo Santos. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, Santos menyimpulkan negara Atlantis yang disebut Plato sebagai pusat peradaban dunia 11.600 tahun SM itu adalah Indonesia. “Namun karena ternyata Atlantis itu adalah bukan negara yang terletak di negara Barat hari ini, maka banyak ilmuan yang menyembunyikan fakta itu. Bahkan di zaman Yunani kuno banyak ilmuan yang dibunuh jika berani membicarakan tentang Atlantico atau ilmu tentang Atlantis,” kata Heppy.  Menurut Heppy, ada satu pelajaran dalam Atlantis itu yaitu negara itu maju dan berkah karena penduduknya berbakti kepada Tuhannya. Namun kemudian negeri itu tenggelam oleh berbagai bencana karena penduduknya yang durhaka.   
 
Sementara itu, pembicara acara halal bi halal ini Prof. Dr. Abdul Jamil menyinggung tentang  asal-usul istilah Halal Bi Halal. “Halal Bi Halal itu adalah sebuah istilah bahasa arab yang di arabnya sendiri tidak dikenal dan itu murni kreasinya orang Indonesia,” kata Jamil yang disambut tawa para hadirin. Menurutnya, tidak jelas siapa yang pertama kali memunculkan istilah itu meskipun banyak versi yang berspekluasi tentang asal mula istilah itu. Acara ini berakhir menjelang Zuhur yang ditutup dengan makan siang bersama. (AA)
 
Last Updated ( Wednesday, 29 September 2010 14:53 )