Wednesday, 01 October 2014
Terinspirasi IIBF, Pengusaha Malaysia Dirikan MIBF
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail

Syah Alam, 02/10/2010. Pengusaha Malaysia yang dikenal sebagai ahli pengobatan herbal, H. Ismail bin H. Ahmad menyatakan akan mendirikan organisasi para pengusaha muslim di negeri jiran itu. Pernyataan itu disampaikan H. Ismail dalam peresmian HPAic (Herbal Penawar Al-wahidah International Center) di  Syah Alam, Malaysia, Sabtu siang. HPA adalah brand perusahaan yang didirikan oleh  H. Ismail dengan tagline, “produk halal tanggung jawab bersama”.  Organisasi pengusaha itu bernama MIBF, atau Malaysian Islamic Business Forum. “Keinginan untuk mendirikan organisasi ini sudah sejak lama. Namun kita belum punya contoh,” kata H.Ismail dalam logat Malaysia.   Menurut H. Ismail, ide mendirikan MIBF itu muncul setelah beberapa kali bertemu dan berkomunikasi dengan Presiden dan anggota IIBF di Jakarta dan di Malaysia.
 
Dalam peresmian HPAic itu, Presiden IIBF , Heppy Trenggono diundang secara khusus dan menjadi pembicara tunggal dalam sessi yang bertajuk “Gagasan Membangun Ekonomi Ummat”.  Di depan sekitar 400 orang pengurus HPA Heppy memaparkan perkembangan pasar produk halal di dunia yang perkembangannya sangat cepat. “Sebagian besar pemain produk yang berlabel halal itu bukan dari kalangan pengusaha Islam yang memiliki ajaran tentang halal itu. Apakah makanan yang dibuat itu berdasarkan ajaran Qur’an dan Hadist?” kata Heppy retoris. Sebagai pemilik ajaran, lanjut Heppy, pengusaha Islam harus lebih banyak menjadi pemain dalam industri produk  halal ini agar ummat ini benar-benar mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan ajaran Islam. Islam, kata Heppy adalah ajaran yang diturunkan Allah SWT untuk ummat manusia sebagai Rahmatan lil alamin. Tidak hanya manusia tetapi hewan tumbuhan dan alam akan merasakan kerahmatan ajaran agama ini.
 
Pasar Islam seluruh dunia saat ini tercatat US $ 1,57 Milyar dengan pertumbuhan rata-rata 2,9 % setiap tahun.   “Untuk pasar halal sendiri US $ 2,3 Triliyun per tahun dengan pertumbuhan US $ 500 milyar per tahun,” kata Heppy.   Menurut Heppy saat ini pemain terbesar di produk halal dunia adalah Nestle yang kantor pusatnya di Kuala Lumpur. Tahun 2008 sale untuk produk halalnya saja mencapai US $ 5.23 Milyar. “Menghadapi persaingan dengan pemain yang telah eksis yang didukung oleh kapital dan infrastruktur yang kuat kita belum sebanding. Maka strategi yang harus dilakukan adalah dengan membentuk komunitas-komunitas seperti ini dengan semangat saling bantu sama lain,” ungkap Heppy.   Selama ini, kata Heppy pengusaha-pengusaha muslim masih bergerak sendiri-sendiri dan belum mejadi barisan yang kokoh.
 
Masalah lainnya ummat Islam sendiri masih banyak tidak yakin dengan ajarannya, sehingga menganggap syariah itu sebagai pilihan bukan keharusan. “Banyak juga pengusaha yang bertanya kepada saya, apa iya Pak Heppy kita bisa menjadi pengusaha tanpa menggunakan riba?” ungkap Heppy. Padahal riba hari ini sudah menjadi alat kolonialis baru untuk menguasai sumber-sumber kekayaan negara dunia ketiga. Terbukti negara yang mendapat bantuan lembaga keuangan dunia dengan pola riba tidak ada yang bangkit bahkan makin terpuruk. “Maka siapa yang percaya dengan Kapitalis maka dia akan menjadi budak kapitalis. Siapa yang percaya kepada sistem Yahudi dia akan menjadi budak Yahudi dan tidak akan pernah besar dari Yahudi. Tetapi siapa yang percaya kepada Allah, maka dia akan menjadi hambanya Allah dan akan menjadi raja bagi yang lain,” kata Heppy yang disambut takbir oleh para hadirin.  
 
Menyinggung tentang MIBF, Heppy menawarkan kerjasama untuk saling membina anggota masing-masing. “IIBF memiliki coach yang biasa memberi coaching para pengusaha. Jika MIBF memerlukannya kita akan kirim tim ke sini,” kata Heppy yang dijawab anggukan oleh H. Ismail dari tempat duduknya. 
 
Pada bagian akhir ceramahnya Heppy menceritakan tentang kiprah yang telah dilakukan oleh IIBF di Indonesia dengan program-program menciptakan sosok pengusaha yang memiliki kualitas spiritual, leadership dan entrepreneurship.  
 
Acara diakhiri dengan saling tukar cenderamata antara H. Heppy Trenggono bin H. Kodiri dan H.Ismail bin H. Ahmad. (AA)
Last Updated ( Thursday, 14 October 2010 13:21 )