Friday, 19 December 2014
Peserta OME 2 Di Bandung Membludak
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Bandung, 21/10/2010. One Month Entreprenenurs (OME) baru pertama kali diadakan di Bandung. Kamis pagi, panitia melakukan audisi peserta di aula kampus Sekolah Tinggi Manajemen Telkom, di jalan Suropati, Bandung, Jawa Barat. Namun peserta yang mengikuti audisi di luar perkiraan panitia. “Ada 210 kelompok yang mengikuti audisi hari ini. Dan kita hanya memilih kelompok yang terbaik saja menjadi peserta program ini,” kata Pendra Sunandar, Koordinator OME Jawa Barat. Dari data yang ada peserta tidak hanya berasal dari kota Bandung tetapi ada juga berasa dari luar kota seperti, Pengalengan, Cianjur, Sumedang, Bogor, Cirebon dan Sukabumi. Pesertapun tidak hanya didominasi mahasiswa tetapi juga para pegawai, pebisnis pemula bahkan pensiuanan. “Saya dulu punya bisnis minuman teh dalam kemasan dengan angka penjualan hingga 20 jutaan perbulan. Tetapi usaha itu bangkrut karena masalah keluarga. Saya ingin menghidupkan kembali dengan terlebih dulu belajar ilmu bisnisnya melalu program OME ini,” kata seorang lelaki setengah baya. 
 
Audisi dimulai pukul 8.00 wib dan berakhir pukul 17.00 WIB. Panitia sengaja meneyediakan waktu hingga sore untuk memberi kesempatan kepada peserta yang kuliah di pagi hari.  Dan sebisa mungkin program ini tidak mengganggu kuliah peserta yang berstatus mahasiswa.  “Saya kuliah siang, makanya saya datang pagi saja. Kebetulan teman satu tim juga pagi ini semuanya kosong,” kata Dian salah seorang peserta ketika disinggung tentang kuliahnya. Sementara itu Ivan yang berasal dari Pengalengan menjelaskan keikutsertaannya dalam audisi ini karena tertarik dengan ilmu bisnisnya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja serabutan ini mengatakan sudah beberapa kali mencoba bisnis namun selalu gagal. “Tidak hanya jualan, saya mah apa saja sudah ditekuni. Itu yang namanya MLM semua sudah saya ikuti. Katanya ada passive income tapi saya enggak pernah dapat,” katanya dengan logat Sunda yang kental. Ivan juga mengaku sudah pernah ikut pengajian bisnis IIBF di Bandung dan masih penasaran dengan ilmu bisnis yang sering dibicarakan dalam pengajian bisnis itu. “Tidak lulus tidak apa-apa tapi yang penting saya dapat ilmu bisnisnya,” katanya sambil tertawa. 
 
Ais, seorang lulusan sebuah akademi di Bandung mengaku sejak kuliah sudah beberapa kali mencoba bisnis tetapi selalu gagal. Kegagalan itu menurutnya karena dirinya memang tidak serius dengan bisnis itu. “Disamping tidak serius sebenarnya saya juga tidak pede dengan kemampuan bisnis saya. Maka begitu mendengar iklan OME di radio MQ saya langsung mencari informasi tempat pendaftarannnya,” katanya tersipu. Ais bertekad untuk menjadi seorang pebisnis wanita yang handal yang menguasai ilmu dan ketrampilan dalam berbisnis. “Bandung ini tidak pernah sepi terlebih jika akhir pekan. Tidak hanya dari kota sekitar tetapi juga dari luar pulau bahkan luar negeri,” kata Ais memberi alasan. 
 
Dalam mengikuti audisi hampir semua kelompok menunjukkan semangat yang tinggi. Bahkan beberapa diantaranya mengatakan kepada Ambassador bahwa mereka sangat layak untuk dipilih dengan beragam alasan dan kelebihan. “Sampai saya bingung memilihnya karena rata-rata mereka menunjukkan minat yang sama. Bahkan ada yang mengatakan kalau dirinya sudah biasa berbisnis,” ungkap Abdul Rojak, salah seorang Ambassador yang mengaudisi para peserta ini.

Awal Nopember ini panitia sudah harus menetapkan kelompok-kelompok yang lolos karena pada akhir minggu pertama Nopember mereka sudah harus mengikuti pelatihan entrepreneurial camp. (AA)
 
Last Updated ( Monday, 25 October 2010 13:53 )