Tuesday, 16 September 2014
Mempromosikan Dieng
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail





Wonosobo, 25/11/2010.  Cuaca di sekitar perbukitan di kawasan PLTA Garung,  Wonosobo, masih diwranai hujan rintik. Bukit-bukit yang menjulang di kiri kanan jalan samar-samar terlihat di balik kabut. Aspal di sepanjang jalan masih basah ketika Mercy ML 350  dan Toyota Vellvire itu melintas. Dari PLTA Garung perjalanan masih terus mendaki hingga sekitar 9 km, hingga dua mobil itu berhenti di sebuah kebun bunga yang kelilingi pagar yang tersusun dari batu. Di depan pintu masuk kebun sekelompok orang sedang berkerumun menyaksikan para kru film melakukan shooting. “Motor yang mau naik itu tolong ditahan dulu jangan sampai inframe,” kata Sang Sutradara melalui megaphone. 
 
Aktifitas pengambilan gambar pembuatan film itu berhenti sejenak ketika dua mobil itu tiba. Semua kru menyambut kedatangan tamu yang ada di dalam mobil itu. Dari pintu depan Mercy Presiden IIBF keluar diikuti dua orang pengurus pusat IIBF Aswandi As’an dan Farid Tri Widodo. “Assalamu’alaikum… bagaimana kabar semuanya,” kata Heppy menyapa kru film yang sudah berdiri berjejer. “Alaikum salam, semua baik-baik dan tetap bersemangat, Pak,” jawab salah seorang kru dengan rambut yang dikuncir ke belakang. Heppy kemudian menyalami satu persatu pekerja film dan juga beberapa penduduk yang ada di lokasi itu.
 
Heppy dan timnya datang ke lokasi itu untuk memenuhi undangan produser film itu untuk menyemangati tim dan para pemain sekaligus mempromosikan wisata Dieng sebagai tempat lokasi pembuatan film itu. Selama dua jam di lokasi itu Presiden IIBF dan tim menyaksikan beberapa adegan pembuatan film dan berbincang dengan produser. “Kita sengaja memilih Dieng sebagai lokasi karena Dieng memiliki banyak  lokasi eksotik seperti telaga warna, kawah Sikidang, Plateu dengan candi-candi zaman hindu yang masih terjaga,” kata Sang Produser menjelaskan. Heppy mengungkapkan rasa gembiranya atas pilihan dan kecintaan anak-anak muda terhadap tanah airnya. “Film itu adalah media strategis untuk mempromosikan keindahan tanah air kita sekaligus membangkitkan kecintaan anak bangsa terhadap negerinya sendiri,” kata Heppy.
 
Menanggapi dengan konten film, Heppy berpesan untuk tidak menampilkan gambar-gambar yang berbau pornografi dan gambar yang tidak pantas dan tidak mendidik lainnya. “Nanti hilang keberkahannnya,” katanya singkat. Keberkahan itu menurut Heppy adalah berlipat gandanya kebaikan. Heppy menekankan juga bahwa film memang harus memiliki nilai komersil tetapi diatas semua itu moralitas yang akan membentuk karakter bangsa harus lebih dikedepankan. Hanya dengan tegaknya moralitas dan terbentuknya karakter unggul bangsa ini bisa keluar dari masalahnya.
 
Setelah berfoto bersama dengan kru dan pemain, Presiden IIBF dan tim turun ke Wonosobo. Dari Wonosobo berbelok ke arah Weleri dan terus hingga masuk ke kecamatan Bawang. Rombongan bermalam di Pesantren Nashrul Huda di dusun Pesanggarahan, Sangu Banyu di bawah kaki gunung Perahu. (AA)
 
Last Updated ( Monday, 06 December 2010 10:25 )