Al Aqobah 3 : Khalifah dan Hamba
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Mampang X, 07/01/2011. Ada dua predikat yang disandang manusia sekaligus dalam menjalani kehidupan ini. Pertama, manusia diturunkan ke dunia adalah sebagai khalifah. Khalifah bermakna Pengelola atau Pemimpin.  Kedua, sebagai hamba, hamba yang mutlak harus menjalankan perintah dan menjauhi larangan. Namun sering terjadi kebingungan kapan kita sebagai khalifah dan kapan kita berperan sebagai hamba. “Ketika Rosulullah berdoa untuk hidup dalam keadaan miskin dan mati sebagai orang miskin, harus difahami bahwa ketika itu Rosul sedang memposisikan dirinya sebagai hamba yang tidak memiliki apa-apa di hadapan Zat Yang Maha Kaya. Namun ketika di depan manusia Rosul berperan sebagai seorang kholifah dengan sifat dan atribut seorang yang pemimpin. Sedekahnya seperti angin,” kata Presiden IIBF Heppy Trenggono menjawab pertanyaan seorang anggota majelis. Masalahnya, lanjut Heppy kita sering keliru memposisikan diri. Di hadapan Allah SWT kita seperti raja tetapi di depan manusia menjadi hamba dengan meminta-minta kepada orang lain. “Memberi itu bukan dari orang yang kaya kepada orang miskin, tetapi dari orang yang mau kepada orang yang membutuhkan. Makanya dalam Alqur’an bahasanya lapang dan sempit bukan miskin dan kaya,” jelas Heppy.
 
Dalam Al Aqobah 3 ini, pembahasan Presiden IIBF difokuskan pada 4 disiplin sukses IIBF. 4 Disiplin ini adalah rumusan tata nilai yang menjadi panduan untuk anggota IIBF dalam menjalankan kehidupannya, sebagai pribadi, sosial, pebisnis, pemimpin dan juga hamba yang selalu menjalankan perintah Tuhannya. 4 Disiplin itu mencakup 1. Disiplin Diri 2. Disiplin Muslim 3. Disiplin Bisnis 4. Disiplin Keuangan. Dalam setiap disiplin itu terdapat beberapa poin disiplin lagi yang harus dijalankan oleh seorang anggota. 4 Disiplin ini sudah dicetak dalam bentuk buku yang berjudul “4 Discipline to Success”. Didalamnya tercantum kode etik anggota IIBF.
 
Selain para anggota IIBF dari berbagai kota di Indonesia, Al Aqobah 3 ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina komunitas Tangan Di Atas (TDA), Nuzli Arismal atau yang lebih dikenal dengan H. Alay yang datang bersama menantunya Alfian. Presiden IIBF meminta H. Alay untuk memberikan Tausyiah kepada para anggota majelis. Dalam ceramahnya, Pembina TDA itu menekankan tentang perjuangan. “Hidup ini harus repot, kalau tidak nanti kita akan repot. Di dunia ini sejatinya tidak ada kesenangan yang ada hanya ketenangan. Ketenangan itu hanya dimiliki  oleh mereka yang beriman dan beramal sholeh,” urai H. Alay.
 
Al Aqobah 3 ini dipandu oleh Ust. Farid Triwidodo, yang dibuka dengan testimoni beberapa anggota tentang kehidupan pribadi dan bisnisnya. Salah seorang yang member testimony adalah Heri, teman kuliah Heppy Trenggono. Dia menceritakan perjalanan hidupnya yang berubah 180 derajat setelah bertemu lagi dengan teman lamanya, Heppy Trenggono 1,5 tahun lalu. “Saat itu Pak Heppy hanya bilang, Her…, kita sebagai laki-laki memang punya hak , tetapi jangan lupa anak dan istri kita juga mempunyai hak untuk dibahagiakan. Dan tidak akan ada sukses bisnis dan hidup kita tanpa keridhoan istri,” kisah Heri kepada majelis.   Selain Heri juga berkisah seorang pengusaha garmen dari Klaten, Saud ElHujjaj yang datang ke majelis bersama istrinya, Himatul Hasanah. Saud yang juga sebagai aktifis ini berkisah tentang perjalanan bisnisnya yang bangkrut dan hidupnya yang terlilit hutang hingga mempertemukannya dengan Heppy Trenggono dan IIBF. Saud juga berkisah tentang perjalanan haji dan pengalaman spiritualnya ketika di tanah suci bulan lalu.
 
Seperti biasa Qiyamullail dan Muhasabah dipmipin oleh Ust. Helmy Jatnika dari majelis zikir Assamawat. (AA)
Last Updated ( Wednesday, 19 January 2011 13:36 )