Thursday, 02 October 2014
Sukses Ala SMAN 1 Pekalongan
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Pekalongan, 13/02/2011. Lapangan Brimob Kalibanger, kota  Pekalongan pagi itu sudah dipenuhi oleh 348 siswa-siswi SMAN 1 Pekalongan, Jawa Tengah. Mereka  berbaris menghadap ke arah panggung dimana Aswandi As’an dan Nugie Al Afghani  berdiri sebagai trainer para siswa ini. Sesekali terdengar pekik yel -yel di sela-sela arahan dan materi dari kedua trainer itu.   Para siswa ini sedang menjani training outdor “Create Your Own Future” setelah sehari sebelumnya menjalani training  “In door” di dalam ruangan.  Aksi para siswa ini disaksikan oleh para orang tua siswa yang diundang ke lapangan itu untuk menyaksikan anak-anak mereka menjalani  training ini. Malam sebelumnya mereka juga telah melakukan sebuah permainan menjual yang disebut dengan “Real Life Game” dimana para siswa ini harus menjual  sebuah produk dalam kondisi sangat terbatas. Waktu hanya diberikan selama satu jam dengan tidak membawa dompet dan uang.  Mereka yang berhasil menjual akan diberikan pin “AKU BISA” , dan yang berhasil menjual dengan jumlah yang luar biasa akan ditambah dengan pin “BINTANG”.
 
Pukul 09.20 Wib, para siswa menghentikan kegiatan karena di atas langir Pekalongan terlihat sebuah helikopter MI -2 Plus  terbang rendah yang akan segera mendarat di lapangan itu.  Heli itu membawa seorang kakak mereka, alumni SMAN 1 Pekalongan angkatan ’87 yang khusus datang untuk memberi motivasi kepada adik kelasnya. Para siswa menyambut dengan membentang lembar Dreamboard   masing-masing ke arah heli yang sudah mulai turun. Dari Heli itu kemudian keluarlah kakak kelas mereka, Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp, yang turun bersama Ketua IIBF Wilayah Semarang, Joni Iszunaji dan ketua Dewan Pembina IIBF Jawa Timur, dr. Wito Haryadi.  Juga dua orang pengurus IIBF jawa Tengah, Hasina Hikmawati dan Sofwan Ajie. Tanpa dikomando para siswa ini langsung menyerbu ke arah senior mereka itu berebut menyalami yang sempat menghambat jalan Presiden IIBF itu menuju panggung.
 
“Saya sudah mendengar tentang keberhasilan kalian menjual tadi malam. Semula saya menduga hanya 50 persen saja dari kalian yang bisa menjual. Tetapi ternyata saya salah karena ternyata kalian semua mampu  menjual dengan baik. Orang Pintar bilang sukses itu adalah jika kita bisa menjual sesuatu dan orang bodoh bilang sukses itu adalah jika kita bisa membeli sesuatu,“ kata Heppy dari atas panggung yang disambut dengan tepuk tangan para siswa. Heppy mencontohkan bangsa-bangsa besar di dunia adalah bangsa atau negara yang paling banyak menjual produknya kepada negara lain.  Sebaliknya negara-negara miskin adalah negara yang sangat sedikit menjual produknya dan banyak membeli produk orang lain.
 
Usai menyemangati para siswa Heppy bersama para guru menyemat pin “Aku Bisa” kepada para siswa yang telah berhasil menjual. 22 diantaranya berhasil mendapatkan pin “BINTANG” karena menjual dengan angka fantastis. Setelah itu Heppy mengumumkan 5 orang yang akan berkeliling Jawa Tengah dengan helicopter karena memiliki prestasi luar biasa. Kelimanya adalah 1. Diah Bayu Rini yang berhasil menjual dengan margin tertinggi 2. M. Abdurrahman, berhasil menjual dengan jumlah terbanyak. 3, Fathati Sayyida Rahma, peserta yang paling aktif dan antusias 4. M.Hibaturrahman, ketua panitia yang telah mewujudkan acara ini 5. Solikin, guru yang paling banyak dikenal oleh siswa dan guru.  
 
Kepala Sekolah SMAN 1 Pekalongan, Drs Budiyanto Widodo, Mpd mengatakan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin SMAN 1 Pekalonagan untuk memotivasi para siswa menghadapi ujian akhir dan untuk masa depan mereka supaya tidak salah pilih. “Kita telah sampaikan kepada mereka bahwa kekuatan sebenarnya bukanlah pukulan yang keras tetapi lebih karena tepat sasaran,” katanya. Kehadiran Heppy Trenggono dalam acara itu, kata Widodo sangat tepat, karena Heppy Trenggono selama ini dikenal sebagai seorang pemimpin yang banyak membangun orang lain. Tidak hanya karena ucapannnya tetapi juga karena dia adalah seorang pelaku dalm hal ini seorang pengusaha. Harapannya, imbuh Widodo perjalanan meraih sukses yang pernah ditempuh oleh Heppy Trenggono dapat ditiru siswa.  Widodo juga menjelaskan bahwa acara seperti ini sudah berlangsung selama 4 tahun dan sepenuhnya didukung oleh Heppy Trenggono.
 
AKP Sumarjo, salah seorang tua siswa yang hadir dalam acara itu menyampaikan rasa bangganya atas apa yang telah dilakukan oleh SMAN 1 Pekalongan ini. Ini kegiatan luar biasa. Karena mereka sudah sejak dini dikenalkan dan diidentifikasi untuk mencari jalan suksesnya sendiri. Jadi mereka tidak sekedar mengerti tetapi juga menghayati akan satu pengalaman menjadi pengusaha. Dengan begitu nantinya anak tidak hanya mengharap jadi pegawai, tetapi pengusaha sukses,” katanya orang tua dari Intan Zakiyah ini. Senada dengan Simarjo, Ismail orang tua dari M. Hibaturrahman mengaku gembira dengan prestasi anaknya. “Saya cukup senang dengan kegiatan ini karena bisa memacu anak-anak untuk tidak ragu menempuh jalan dan berusaha sendiri,” katanya.
 
Acara out dor ini berakhir pada siang hari dan sore harinya mereka kembali ke kelas untuk mengikuti sessi atau materi terakhir yaitu “Goodness” atau Kebaikan yang dalam training ini disebut sebagai  kunci sukses terakhir dari kunci kombinasi yang diajarkan dalam training ini. Para siswa diajak untuk percaya kepada kebaikan dengan melakukan hal-hal yang baik, berbuat baik, menjadi orang yang baik, hidup dengan nilai-nilai kebaikan. Karena banyak orang ingin sukses dalam hidup tetapi tidak dengan cara-cara yang baik karena dia tidak percaya dan tidak yakin kepada kebaikan. (AA)
 
Last Updated ( Wednesday, 23 February 2011 16:52 )