Wednesday, 01 October 2014
IIBF Jawa Timur Berdiri
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Surabaya, 27/03/2011. Dr. Wito Haryadie, Pengusaha percetakan Surabaya itu terlihat senyum-senyum duduk di deretan bangku depan di ballroom hotel Singgasana, Surabaya, sore itu. Pendiri dan pemimpin PT. SIC (Surabaya Intelektual Centre) itu adalah orang yang paling bahagia menyaksikan pelantikan Pengurus IIBF Wilayah Jawa Timur. Bagaimana tidak, sejak dia mengikuti workshop Business Mastery di Solo pertengahan 2010 lalu, keinginan untuk menghadirkan IIBF di Jawa Timur sudah lama terpendam. Selama ini alumni Fakultas Kedokteran Unair itu  tak pernah absen dalam setiap kegiatan yang dihadiri oleh Presiden IIBF. Mulai dari kegiatan entrepreneur siswa SMA, mahasiswa, santri  dan pesanteren bahkan hingga ke tanah suci dalam program umroh bersama IIBF pada awal Maret 2011 lalu.
 
Pertemuannya  dengan sejumlah pengusaha muda di beberapa kota di Jawa Timur mempercepat terwujudnya IIBF di wilayah ujung pulau Jawa itu. Dimulai dengan Ambassador Camp, kegiatan yang diadakan IIBF  untuk mempersiapkan pendamping  pebisnis pemula di Bekasi , akhir 2010. Ketika itu dr. Wito membawa beberapa pengusaha muda Jawa Timur sebagai peserta. Salah satunya adalah Lukman Setiawan, pengusaha muda yang kemudian menjadi desiminator info tentang IIBF dan Heppy Trenggono. Lukman pula yang mempertemukan H. Alay dan Presiden IIBF, Heppy Trenggono. H. Alay adalah Ketua Dewan Pembina komunitas Tangan Di Atas (TDA).
 
Sore itu, 27 maret 2011, dr. Wito duduk bersama Ir. Misbachul Huda, Dirut PT. Temprina (Jawa Pos Group), Najib Bahasuan, Dirut PT. Behaestex (Gajah Duduk) dan beberapa tokoh lain yang duduk di jajaran Dewan Pembina IIBF Jawa Timur, menyaksikan pelantikan Pengurus IIBF Wilayah Jawa Timur. Presiden IIBF, Heppy Trenggono mengambil ikrar  pengurus sekaligus melantik Pengurus IIBF Wlayah Jawa Timur periode 2011-2016. Surat Keputusan Pengurus Pusat tentang Penngakatan dan Penetapan Pengurus dibacakan  oleh Sekjen IIBF, Aswandi As’an. Lukman Setiawan dan Agriana Karya H masing-masing ditetapkan sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum.  Dan dr. Wito Haryadie dtetapkan  sebagai Ketua Dewan Pembina.  Usai pembacaan ikrar dan pelantikan,  Presiden IIBF dan para Dewan Penasehat dan Dewan Pembina memberikan ucapan selamat dengan menyalami satu persatu para pengurus, untuk memberi  dukungan  moral . “ Banyak tugas-tugas yang harus saudara-saudara selesaikan setelah in.  Ini adalah langkah pertama untuk memulai pengabdian kita kepada bangsa, negara dan agama dengan cara mencetak pengusaha-pengusaha kuat Indonesia di wilayah Jawa Timur”, Presdien IIBF memberi wejangan.
 
Usai pelantikan, dr. Wito menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah lain. Jawa Timur tidak mudah mempercayai segala sesuatu jika hanya sebatas wacana dan belum ada bukti di lapangan. Namun begitu mendapat keyakinan, orang Jawa Timuran akan memegang dan membelanya  sekuat tenaga.   “Kalo Jawa Tengah yang hadir lebih dulu ya kita fahamilah,  karena IIBF berdiri pertama kali di Semarang. Dan teman-teman Semaranglah yang memprovokasi Pak heppy untuk mendirikan IIBF 2009 lalu,” kata dr. Wito memberi alasan . Sedangkan Jawa Barat, menurutnya karena secara geografis lebih dekat dengan pusat. “Yang pasti, kami tidak ingin membuang waktu untuk bergerak  karena kondisi yang mengharuskannya,” katanya yang diamini oleh pengurus yang lain.   Dan memang sehari setelah pelantikan itu, tim engine IIBF Malang menggelar priview IIBF yang menghadirkan 150-an pengusaha Malang yang terdiri dari mahasiswa pengusaha, pengusaha pemula hingga pengusaha senior. Dalam forum itu lahir sebuah komitmen untuk segera membntuk IIBF Malang dan mensosialisasikan gerakan Beli Indonesia, yang  dimulai dengan workshop How To Be debt Free di Malang.
 
Tidak hanya di Malang, Bojonegoro sudah mempersiapkan sebuah pertemuan Presiden IIBF dengan para pengusaha Bojonegoro. Ketua tim engine Bojonegoro,  Muhammad Zaki mengatakan saat ini sudah ada 300-an pengusaha yang sudah terdata untuk hadir dalam acara itu. “Kita sudah komunikasi dengan IIBF Pusat bahwa format acaranya kita minta semi workshop,karena saya merasakan banyak kawan-kawan saya yang terlilit hutang  karena salah dalam berhutang akibat ketidakfahaman tentang seluk-beluk hutang,” jelas Zaki.   Zaki yang mengenal IIBF via internet itu menginginkan agar teman-temannya sesama  pengusaha tidak mengalami seperti yang dialaminya.
 
Untuk sekretariat, IIBF di Jawa Timur dipusatkan di kantor PT. SIC, di jalan Kali Kepiting no. 97 Surabaya. (AA)
 
Last Updated ( Tuesday, 05 April 2011 13:30 )