Thursday, 18 September 2014
Hutang Itu Ilusi Kekayaan
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Bojonegoro, 14/04/2011. Seorang peserta   mengangkat tangan dan bertanya, “Pak Heppy, kami ini komunitas yang menganggap hutang itu bagian dari kekayaan. Maka siapa yang paling banyak hutang maka dialah yang paling keren dan paling kaya,” katanya bersemangat. “ Tapi mendengar kisah perjalanan Pak Heppy saya jadi berpikir ulang tentang hutang, pertanyaan saya, ada enggak formula cepat untuk membayar hutang, Pak?” Pertanyaan  itu  disampaikan dalam forum workshop singkat Hidup Kaya Bebas Hutang di aula mesjid Attaqwa Bojonegoro, Rabu siang. Workshop itu diadakan khusus oleh panitia Musyawarah Cabang Muhammadyah Bojonegoro dengan menghadirkan Presiden IIBF, Heppy Trenggono sebagai pembicara tunggal.   
 
Seseorang yang jatuh dalam lilitan hutang menurut  Heppy, bukanlah kejadian yang tiba-tiba, tetapi ada proses panjang beberapa waktu sebelumnya.   Seperti halnya badan kita yang menderita sakit yang selalu didahului dengan tanda-tanda atau gejala. “Tapi banyak orang yang tidak peduli dan mengabaikan tanda-tanda  itu. Baru tersadar ketika jatuhnya sudah terlalu dalam,” kata Heppy .   Hutang itu menurut Heppy adalah ilusi kekayaan. Tetapi banyak orang menganggap hutang itu bagian dari kekayaan. Maka banyak orang menggunakan hutang untuk memiliki sesuatu untuk memenuhi gaya hidupnya terutama kelompok menengah yang hidupnya didrive oleh life style. “Saya sendiri baru tahu dan menyadari satu hal, setelah saya jatuh dalam hutang sebesar 62 milyar itu, ternyata hutang itu harus dibayar,” kata Heppy yang disambut tawa peserta.  Dan untuk lunas hutang, lanjut Heppy tidak hanya butuh uang tetapi juga kepemimpinan diri yang kuat. 
 
Kekayaan itu dalam bisnis bukan hutang tetapi asset . Berbisnis adalah cara membangun kekayaan bukan membangun kemiskinan. Hutang itu akan membuat seseorang menjadi lebih miskin dan tidak memiliki kehidupan jika difahami dan dilakukan secara salah. “Ingin kaya kuasai ilmu bisnis dan jika tidak ingin miskin kuasai ilmu tentang hutang,” kata Heppy.  Menurut Heppy membangun kekayaan tidak bisa dilakukan dalam semalam. Maka jika ada orang yang kaya dalam satu malam maka kemungkinan besar orang itu akan sulit bertahun-tahun. Dan jika dalam posisi berhutang atau terkena masalah, fokus harus diarahkan 80% untuk membangun dan 20% untuk memikirkan masalah. “Masalah itu hanya seberat ini..,” kata Heppy sambil mengangkat gelas. “Jika kita pegang terus-terusan maka kita tidak akan kuat.” Karena itu lanjut Heppy masalah itu cukup dipikirkan pada waktu tertentu saja dan tidak menyita semua perhatian dan fokus .
 
Dalam kesempatan itu Heppy juga meminta agar berhati-hati mengambil hutang terutama hutang consumer. Karena hutang jenis ini yang membuat banyak orang kehilangan kehidupan karena dikejar-kejar debt collector. “Contohnya kartu kredit. Lebih berbahaya lagi karena kartu kredit dianggap sebagai gaya hidup. Dan hanya di Indonesia orang boleh memiliki lebih dari dua kartu kredit,” jelas Heppy. Batas pinjaman yang ada dalam kartu kredit sering dianggap sebagai batas spending. Sehingga yang ditanya bukan berapa sisa yang harus dibayar tetapi berapa batas untuk dihabiskan. Dan kartu kredit adalah jenis hutang yang didesain untuk tidak terbayar, karena dalam kartu kredit ada yang disebut dengan compound interest atau bunga berbunga. Di IIBF, kartu kredit termasuk dalam kategori Hutang Buruk (Bad Debt). Hutang yang buruk artinya hutang yang harus segera ditinggalkan karena akan mebuat kita jatuh miskin.
 
Acara yang digelar oleh panita Muscab Muhammadyah Bojonegoro ini dihadiri 600 lebih peserta yang berasal dari beberapa wilayah di Bojonegoro dan sekitarnya, seperti Lamongan, Ngawi, Gresik Ponorogo dan lain-lain.  Sessi tanya jawab ini hanya diberikan untuk beberapa orang saja karena pukul 16.00 harus segera diakhiri, seban Presiden IIBF dan timnya dari IIBF Jawa Timur harus segera berangkat ke Bandara Juanda, Surabaya.
 
Ketika acara berakhir, beberapa peserta masih mengerumuni dan mengelilingi Heppy untuk bertanya atau sekedar mendengarkan jawaban Heppy atas pertanyaan para peserta lain. “Pak Heppy, saya minta tolong agar Pak Heppy segera kembali ke Bojonegoro lagi dalam waktu dekat. Saya minta dengan sangat agar Bapak sediakan waktu dan saya akan mengumpulkan semua teman-teman saya yang saat ini banyak yang terkena hutang,” kata seorang laki-laki yang berambut panjang dengan penampilan yang agak nyentrik. Dia terus mendesak sampai Presiden IIBF itu menjawab. “Insya Allah, tolong diatur dengan teman-teman di sini ya! ,” jawab Heppy. Melihat sikap ngotot orang itu membuat penasaran Sekjend IIBF, Aswandi As’an untuk tahu lebih jauh tentang sosok dan apa yang terjadi dibalik sikapnya itu. “Dia itu yang dulu mengajak pengusaha muda untuk ikut dalam kelompok yang menganggap hutang itu sebagai kekayaan itu,” jelas seorang panitia. Selang beberapa lama kemudian, rombongan IIBF yang terdiri dari para pengurus IIBF Wilayah Jawa Timur dan Pengurus Pusat berlalu dari halaman mesjid Attaqwa, Bojonegoro. (AA) 
 
Last Updated ( Wednesday, 20 April 2011 10:19 )