Beli Indonesia Itu Adalah Pembangunan Karakter
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Tangerang, 16/04/2011. Banyak pertanyaan yang muncul dengan gerakan Beli Indonesia yang digagas oleh Presiden IIBF, Ir. H.Heppy Trenggono, MKomp pada akhir Februari 2011 lalu . Dalam forum seminar nasional entrepreneurship fakultas ekonomi Universitas Muhammadyah Tangerang, Sabtu siang pertanyaan serupa juga muncul. Seorang peserta  bertanya  kepada Heppy Trenggono tentang cara membangun karakter bangsa. “Pak Heppy, tadi Bapak katakana  bahwa Beli Indonesia itu adalah sebuah thema untuk membangun karakter bangsa. Bisa Bapak jelaskan dengan lebih detail ?” tanyanya.  Penanya adalah seorang mahasiswi yang mengaku  dirinya ingin tahu lebih banyak tentang karakter. Sebab dalam presentasinya, Heppy Trenggono  menjelaskan tentang satu hal yang hilang dari bangsa ini, sehingga apapun strategi  yang  digunakan untuk membangun bangsa ini tidak ada yang jalan.  Kalau hanya masalah strategi, kata Heppy kita bisa meniru China, Jepang, Amerika dan bangsa-bangsa maju lain untuk membangun Indonesia. “Tetapi semuanya tidak ada berjalan di Indonesia, karena ada sesuatu yang hilang di bangsa ini. Sesuatu itu adalah karakter,” ungkap Heppy.
 
Beli Indonesia, lanjut CEO United Balimuda Group itu, adalah sebuah thema untuk membangun karakter bangsa ini. Karena di dalam gerakan itu terdapat 3 sikap perjuangan, yakni Pertama. Membeli Produk Indonesia. Membeli produk bukan karena lebih baik, bukan karena lebih murah tetapi karena milik bangsa sendiri. Kedua, Membela Indonesia. Membela martabat bangsa, membela kejayaan bangsa. Ketiga, Menghidupkan semangat persaudaraan. Aku ada untuk kamu, kamu ada untuk aku dan kita ada untuk saling tolong menolong. “Dalam Beli Indonesia itu kita membangkitkan semangat pembelaan terhadap bangsa sendiri. Membela  adalah kata yang mulai jarang kita dengar hari ini. Dan dengan Beli Indonesia kita membangkitkan kembali serta mempertegas tentang apa yang kita bela,” ungkap Heppy.  Membeli produk Indonesia berarti kita membela bangsa sendiri, membela saudara sendiri yang membuat produk itu. Bayangkan ketika kita berada dalam posisi sebagai pemilik produk dan dibeli oleh tetangga di sekitar rumah kita. Pasti kita akan sangat senang. Tetapi tahukan kita bagaimana perasaan para petani jeruk kita di Pontianak dan Brastagi ketika mereka melihat kita lebih memilih jeruk impor dari jeruk yang mereka tanam. Bagaimana mereka akan menyekolahkan anak dan memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara hasil pertanian mereka tidak ada yang laku di pasaran? Dan ini semua karena kita tidak membela mereka dengan membeli apa yang mereka buat atau hasilkan.
 
Keputusan kecil untuk membeli sebuah produk sesungguhnya memiliki impilkasi yang sangat panjang. Mulai dari pabrik yang membuat produk itu; Bagaimana mereka memilih karyawan, penunjukkan supplier, pendistribusian penghasilan, penyimpanan uangnya;  di bank  Indonesia atau bank asing, dan lain-lain.  Maka dengan membeli produk Indonesia berarti kita membela kejayaan bangsa sendiri. Karena dengan membeli produk bangsa sendiri sesugguhnya kita telah memberi kesempatan anak bangsa sendiri untuk tumbuh dan berkembang. Jika industri  tumbuh maka lapangan kerja akan banyak tersedia. “Maka tidak perlu ada lagi anak-anak bangsa ini pergi ke luar negeri mencari penghidupan di negeri orang karena tidak adanya penghidupan di negeri sendiri,” jelas Heppy. Dan dengan membeli produk anak negeri sendiri bermakna juga kita telah menghidupkan persaudaraan, karena kita telah membela  apa yang mereka miliki.
 
Karakter itu bisa terbentuk jika kita bisa menjawab tiga pertanyaan. 1. Siapa jati diri kita 2. Apa yang kita Bela dan 3. Apa yang kita yakini.  Beli Indonesia bisa menjawab tiga pertanyaan itu. Membeli produk Indonesia karena kita tahu jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Membeli Indonesia karena kita telah memiliki clarity  tentang apa yang harus kita bela. Dan dengan Membeli Indonesia kita memahami bahwa  mencintai Indonesia  adalah nilai yang kita yakini.
 
Seminar nasional entrepenuership Fakultas Ekonomi UMT ini  diadakan di aula Al Amanah Pemkot Tangerang. Acara ini diikuti 700 lebih peserta yang berasal dari beberapa perguruan tinggi di tanah air. Acara ditutup dengan foto bersama Dekan dan civitas akademika UMT dengan Presiden IIBF. (AA)
 
Last Updated ( Wednesday, 20 April 2011 11:06 )