Tuesday, 21 October 2014
Medan Hadirkan 1000 Lebih Pengusaha
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Medan, 19/04/2011. “Ini Medan Bung!” ternyata hanya bukan sekedar slogan kosong untuk membangkitkan semangat atau menggugah sentimen primordial.   Paling tidak itu terbukti dari pelaksanaan Pengajian Bisnis di Aula gedung jemaah haji Medan, Sumatera Utara, Selasa siang. Tekad panitia untuk menghadirkan 1.000 pengusaha itu bahkan melampaui jumlah yang mereka targetkan. “Kami akan hadirkan 1.000 orang pengusaha jika nanti Pak Heppy datang ke Medan,” kata Jamhur, salah seorang panitia  ketika menghubungi IIBF Pusat beberapa waktu lalu.   Dan begitu masuk ke halaman gedung  pemondokan haji itu, Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp,  sudah disambut dengan pemandangan orang-orang yang berdesakan di pintu masuk. “Mereka itu sedang registrasi , Pak,”  jelas Jamhur. Jamhur dan dua panitia lainnya baru saja  datang dari menjemput Presiden IIBF di bandara Polonia.  
 
Jam yang ada di dinding gedung itu menunjukkan pukul 11.10 menit ketika Presiden IIBF memulai menyampaikan materi. Seperti permintaan panitia, Heppy Trenggono menyampaikan materi tentang hutang dengan segala seluk beluknya. “Hutang itu bukan tidak boleh di dalam bisnis, boleh-boleh saja sepanjang itu hutang yang baik yang akan menjadi leverage untuk bisnis kita. Hutang itu akan membuat bisnis kita lebih besar dan kita lebih kaya dari sebelumnya,” jelas Heppy. Penjelasan ini menjawab pertanyaan pembuka dari pembawa acara sebelum mempersilahkan dirinya berbicara. Panitia tidak menyebutkan berapa lama waktu yang dialokasikan untuk acara ini. “Kita hanya ingin tahu Pak Heppy pesawatnya jam berapa terbangnya, karena kita ingin memaksimalkan pertemuan ini agar kita-kita yang di Medan ini juga kebagian,” kata seorang panitia ketika ditanya tentang waktu. Menjawab keinginan itupun Heppy mempersilahkan para peserta untuk bertanya bebas tentang bisnis. 
 
Seorang Perwira Menengah polisi adalah orang pertama yang mengangkat tangannya untuk bertanya  ketika sesi pertanyaan dibuka. “Pak Heppy, kami ini sebagai polisi sering dimanfaatkan dalam kasus hutang piutang para pengusaha. Sehingga tanpa sadar kamipun sudah menjadi debt collector, padahal setelah diteliti kasusnya ternyata perdata bukan pidana. Ini bagaimana Pak,”  katanya.  Pertanyaan yang lebih mirip pernyataan itu disampaikan oleh perwira berpangkat tiga melati itu  karena banyak jajaranya yang terlibat dalam urusan menagih hutang.  Menjawab itu Heppy menjelaskan  agar semua pihak  lebih berhati-hati  dalam  masalah hutang. Para pengusaha diminta untuk memahami semua aturan perbankan kaitannya dengan pinjam meminjam.  “Ketika berhutang jangan mudah mengeluarkan giro, giro itu mainan orang yang sehat bukan mainan orang yang sedang bermasalah”.  Jelas Heppy. Pengusaha yang tergelincir dalam kasus pidana itu adalah mereka yang mengeluarkan giro sebagai jaminan. Dan ketika jatuh tempo uang di dalam giro itu dalam keadaan kosong, sehingga masuk dalam delik penipuan.   Untuk aparat juga harus berhati-hati agar tidak mudah masuk dalam permainan hutang-piutang yang menyebabkan nama korp   menjadi tercemar. Karena tidak sedikit pengusaha yang memberi tahu rumah atau kantornya didatangi aparat untuk menagih hutang. 
 
Penanya lain adalah  juga seorang pengusaha senior yang bertanya dengan mengangkat tangan sambil berjalan ke depan. “Pak Heppy, saya termasuk orang yang percaya bahwa semakin banyak hutangnya maka orang itu semakin kaya. Contoh, negara yang paling kuat dan kaya hari adalah negara yang paling banyak hutangnya yang namanya Amerika itu. Hutang Indonesia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan hutang Amerika, bagaimana menurut Bapak?” tanyanya. Si penanya dikenal sebagai seorang pengusaha senior dan juga instruktur untuk pengusaha-pengusaha pemula.  Menjawab pertanyaan ini Heppy menjelaskan bahwa Amerika sebagai satu-satunya negara yang bisa mencetak uang dan mengirimnya ke seluruh dunia. “Terakhir negara itu mencetak $ 600 miliar dan mengirimnya ke negara-negara lain dalam bentuk pinjaman lunak. Semua negara menutup diri karena uang itu uang panas. Hanya satu negara yang membuka diri dan mengumumkannya sebagai prestasi , itulah Indonesia.   Hari ini mereka tidak bisa lagi mencetak dolar karena akan menyebabkan inflasi parah dalam negerinya,”  jelas Heppy.    Maka ketika pengusaha banyak hutang bagaimana cara membayar hutangnya? Karena pengusaha tidak bisa mencetak uang seperti The Fed-nya Amerika. Kaya tidak dilihat dari seberapa besar hutang anda tetapi seberapa besar asset yang anda miliki. Hutang tidak membuat seseorang “kaya” tetapi membuat orang “kelihatan kaya”.
 
Materi yang semula dijadwalkan selesai hingga waktu Ashar itu diperpanjang hingga pukul 17.00 wib begitu panitia mengetahui bahwa jadwal terbang Presiden IIBF itu 19.45 wib.  Setengah jam terakhir Heppy Trenggono menyampaikan tentang gerakan Beli Indonesia dan rencana Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) di Solo akhir Juni 2011. Dan Heppy mengajak semua pengusaha Medan untuk ikut serta dalam gerakan itu.   “Kita ini bingung mau ngasih apa untuk Pak Heppy ini,” kata host yang juga Ketua TDA Medan itu.”Kita mau beli tiket katanya tiketnya sudah pulang pergi dan sudah check in sejak di Jakarta.  Makanpun tadi beliau semua yang bayar kita.Jadi kita sepakat untuk menyerahkan ini,” katanya sembari menunjukkan lukisan karikatur Presiden IIBF itu.  Acara itupun berakhir yang ditandai  dengan penyerahan karikatur itu dan foto bersama. Sebelum ke bandara Polonia, ternyata panitia masih memiliki satu acara lagi. “Pak Heppy, belum ke Medan jika belum menikmati durian Medan,” kata Jamhur.   Sisa waktu satu jam dihabiskan untuk menikmati durian  di “Ucok Durian” sambil berbagi kisah tentang keadaan para pengusaha di Medan dan perkembangan IIBF di Indonesia. Menjelang Maghrib barulah mobil Alphard Hitam itu bergerak ke arah Polonia, mengantar Presiden IIBF, Heppy Trenggono dan Sekjen IIBF, Aswandi As’an pulang ke Jakarta. (AA) 
 
Last Updated ( Tuesday, 26 April 2011 11:32 )