Thursday, 02 October 2014
Indonesia Tidak Sadar Sebagai Negara Miskin
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Solo, 2/05/2011, Jika ditanya apakah Indonesia itu negara miskin, negara berkembang atau negara kaya,  maka akan muncul perdebatan  karena masing-masing memiliki alasan. Dari angka-angka yang dikeluarkan oleh pemerintah menunjukkan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang cukup siginifikan.  Dari sudut ini  Indonesia tidak bisa disebut miskin karena ada angka yag menunjukkan bahwa ada pertumbuhan.  Tapi apakah seperti itu faktanya?

“Hari ini Indonesia adalah negara miskin,” kata Presiden IIBF, Ir. H. Heppy  Trenggono, Mkomp.  Sebuah keadaan i yang tidak disadari oleh sebagian besar anak negeri ini,  dan juga diingkari oleh sebagian yang lain dengan menunjukkan angka-angka di atas kertas bahwa ekonomi negara ini bertumbuh dari tahun ke tahun.  Heppy menegaskan hal itu di depan panitia Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia, Senin siang di hotel Riyadi Palace, Solo, jawa tengah.  “Membandingkannya jangan dengan diri sendiri tapi dengan orang lain,” kata Heppy  menjawab pertanyaan tentang angka pertumbuhan yang dilansir oleh pemerintah.  Menurutnya itu  sama dengan dengan mengatakan bahwa kita sudah bisa naik sepeda sementara orang lain sudah naik pesawat jet.  Menurut Heppy, ribut-ribut dengan angka 1,2  Triliyun untuk gedung DPR itu adalah tanda-tanda bahwa negara ini miskin. Mengapa? Karena angka itu sangat besar buat negara ini.  Hutang Rp. 1.700 Triliyun itupun sejak dulu hingga sekarang tidak pernah selesai.  “Seharusnya dengan negara sebesar ini angka itu bukan apa-apa,”  jelas Heppy.  Heppy membandingkan dengan Jepang yang mengeluarkan hampir Rp. 8.000 Triiyun  dalam waktu kurang dari sebulan untuk  menjaga stabilitas ekonominya  pasca diterjang gempa dan tsunami  beberapa waktu lalu.  “Jepang bermainnya sebagai negara kaya  sementara Indonesia bermain dengan cara negara miskin.  Negara miskin itu berhutang untuk dikonsumsi  dan negara kaya berhutang untuk investasi.” Ungkap Heppy.  Heppy mengemukakan pasca lengsernya Presiden Soeharto  pembangunan infrastruktur di Indonesia  hampir tidak ada. Bahkan jalan-jalan   utama di Jawa adalah jalan yang dibangun Daendels  2 abad lalu.

Heppy mengidentifikasi  ada dua masalah besar yang menyebabkan Indonesia  tetap terpuruk dan tidak bisa keluar dari kemiskinan.  Pertama, Indonesia kekurangan mental kewirausahawan.  Mental  wirausaha itu adalah logika berfikir dalam mengelola kekayaan.  Mental  wirausaha ini adalah mental yang  tidak hanya  harus  dimiliki oleh pengusaha tetapi  juga oleh para  pemimpin.    Kekurangan mental wirausaha Ini yang menyebabkan Indonesia kekurangan  jumlah pengusaha.  Maka ekonomi Indonesia sulit bergerak karena pelaku ekonominya yang sangat sedikit.  “Hanya  0.18% , jauh sekali dari syarat minimal  untuk  menjadi sebuah negara maju, 2%,”  kata Heppy. Kedua,  Indonesia kehilangan pasarnya sendiri.  Indonesia tidak akan pernah kekurangan produk, bahkan pesawat sudah pernah dibuat oleh anak negeri ini. Masalahnya  adalah pasarnya yang tidak ada,  karena penduduknya lebih senang menggunakan produk orang lain daripada produk milik bangsa sendiri.  Padahal syarat untuk membuat ekonomi negara berkembang adalah dengan membuat ekonomi masyarakat  berkembang.  “Keuangan negara dan keuangan masyarakat  itu saling berkait erat. Bagaimana membangun ekonomi masyarakat kalau industri  tidak bertumbuh dan bagaimana industri  mau tumbuh kalau produknya tidak ada yang membeli,” ungkap Heppy.  

Heppy menegaskan  tidak ada satu teori ekonomi pun  yang bisa  digunakan  untuk membangkitkan  ekonomi Indonesia hari ini.  Satu-satunya cara yang harus ditempuh adalah dengan membangkitkan  pembelaan terhadap produk-produk bangsa sendiri.   Masalahnya apakah kita harus tetap berdiam diri dan membiarkan semuanya terjadi,  atau berbuat sesuatu untuk  ummat dan bangsa kita ke depan. “Kongres   besok itu adalah sebuah cara kita berikhtiar melakukan sesuatu untuk membangkitkan kejayaan ekonomi Indonesia ke depan,”  katanya.   Heppy  kemudian meminta kepada semua panitia agar mempersiapkan segala sesuatunya dengan sungguh-sungguh.  Karena kesungguhan itu akan menghantarkan hasilnya. (AA)
 
Last Updated ( Thursday, 05 May 2011 07:57 )