Monday, 20 October 2014
Ormas Islam Jawa Timur Minta IIBF Segera Membangun Sinergi Perjuangan
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



22/05/2011.  36  Ormas Islam se-Jawa Timur dan beberapa organisasi seperti ICMI, ESQ, IKADI, dan JPMI menggelar pertemuan dengan Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono MKomp, di ruangan VIP kuliner Pujasera Kartika, Surabaya, Minggu malam.  Dalam pertemuan itu Heppy Trenggono didampingi beberapa pengurus IIBF Pusat dan  pengurus IIBF  wilayah Jawa Timur.

“Pak Heppy, ada yang hilang dalam kehidupan kaum santri di masyarakat Jawa hari ini, yakni kaum santri sekarang bukanlah saudagar seperti kaum santri pada masa pra dan awal kemerdekaan,”  ungkap ketua ICMI Jawa Timur, H. Ismail Nachu.  Ismail mengutarakan pernyataan itu dalam sesi tanya jawab setelah Heppy Trenggono memaparkan gerakan Beli Indonesia. Menurutnya, ICMI sebagai organisasi Islam sangat resah dengan kondisi ini dimana para santri tidak trampil lagi dalam berdagang.  Sudah tidak ada lagi santri seperti KH. Ahmad Dachlan yang mengembangkan Muhammadyah dengan membukan cabang perdagangan batik.  Demikian juga jarang bisa ditemui sosok seperti KH. Hasyim Asy’arie yang piawai berdagang  produk hasil pertanian di Jombang dan kota-kota sekitarnya.  Bahkan menurut Ismail,  organisasi-organisasi Islam yang dulunya digerakkan oleh kaum pedagang itu hari ini mengalami krisis para pedagang.

Dalam kesempatan itu Ismail dan beberapa pengurus Ormas lainnya meminta Heppy Trenggono dan IIBF membangun sinergi untuk mencetak para pengusaha di masing-masing ormas yang ada di wilayah Jawa Timur. “ICMI sendiri memiliki  tujuan untuk membangun 10.000 pengusaha pada tahun 2020, yang itu sama dengan IIBF yang memiliki komitmen untuk mencetak 1 juta pengusaha tahun 2020,” jelas Ismail.  Permintaan itu kemudian ditanggapi Heppy dengan meminta Dr. wito Haryadie, ketua Dewan Pembina IIBF Jawa Timur dan Lukman Setiawan, Ketua Umum IIBF Jawa Timur untuk menindaklanjuti permintaan itu.

Heppy menjelaskan salah satu cara yang dilakukan IIBF untuk menumbuhkan para pengusaha adalah melalui program one month entreprenuer (OME), program yang ditujukan kepada generasi muda yang ingin menjadi pengusaha. “Program ini bisa dilakukan apabila IIBF sudah ada di wilayah yang bersangkutan, sebab jika tidak akan kesulitan karena program ini membutuhkan ambassador, yakni pengusaha yang akan menjadi pendamping para peserta,” jelas Heppy.  Untuk para pengusaha senior, kata Heppy, IIBF memiliki program business coaching dengan para coach yang dilatih secara khusus dan disertifikasi oleh IIBF pusat.  IIBF adalah organisasi gerakan untuk membangun  kejayaan Indonesia  dengan mencetak para pengusaha kuat yang berbisnis layaknya pengusaha kelas dunia dan berperilaku sebagaimana muslim yang bertakwa.

Tidak hanya  menumbuhkan dan membina para pengusaha IIBF juga bertekad untuk membangun pasarnya.  Karena  kurangnya jumlah  pengusaha  di Indonesia  bukanlah masalah yang berdiri sendiri tetapi sebagai akibat dari kekurangan entrepreneurship  di negara ini.  Minimnya  Mindset entrepreneurship  ini menyebabkan kita tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk kejayaan ekonomi Indonesia.  Pasar dalam negeri sebagai  faktor strategis untuk membangun ekonomi negara kita biarkan dikuasai oleh orang asing.  Akibatnya pengusaha dalam negeri banyak yang berguguran, mereka yang baru mau tumbuh tidak sempat berkembang. Karena apa? karena mereka sulit  berjualan di negeri sendiri.  “Indonesia tidak akan pernah besar dan jaya jika di dalamnya yang berkuasa bukan orang Indonesia , ekonomi Indonesia tidak akan pernah kuat dan hebat jika yang berkuasa di negerinya ekonomi asing ” tegas Heppy.

Gerakan Beli Indonesia adalah sebuah cara yang ditempuh untuk menguasai pasar sendiri.  Kebijakan pasar bebas telah menempatkan Indonesia dalam perang terbuka ekonomi.  Padahal tentara, logistik, dan peralatan  kita sangat tidak memadai untuk perang terbuka itu.  “Kalo kita lemah dari berbagai sisi, ya jangan perang terbuka, perang gerilya lebih tepat.  Tetapi karena sudah terlanjur maka kita harus menerapkan perang semesta yang melibatkan seluruh rakyat untuk ikut serta,” kata Heppy berapi-api.  Beli Indonesia itu adalah perang semesta dengan cara membangkitkan semangat pembelaan terhadap produk bangsa sendiri sebagaimana kita membela kata “merdeka”  pada tahun 1945 dulu.

Pertemuan dengan ormas se-Jawa Timur ini diprakarsai oleh GUIB (Gabungan Umat Islam Bersatu) yang dipimpin oleh Sekretaris MUI Jawa Timur, H.M. Yunus  yang sekaligus menjadi moderator dalam pertemuan itu.  Pertemuan itu berlangsung sekitar 2 jam yang diakhiri dengan makan malam bersama.  (Lse).
 
Last Updated ( Wednesday, 25 May 2011 17:01 )