Pemprov Jawa Barat Dukung Gerakan Beli Indonesia
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail



Bandung, 24/05/2011. 24 orang pejabat dan tim ahli pemerintah provinsi Jawa Barat bertemu dengan Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp, Selasa malam, di rumah dinas gubernur Jabar, Bandung.  Pertemuan itu membicarakan tentang Gerakan Beli Indonesia dan Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) yang dilaksanakan di Solo 22-26 Juni 2011. Ikut hadir dalam pertemuan itu Sekjen dan dan beberapa Pengurus Pusat IIBF, Ketua Dewa Pembina IIBF Jawa Barat DR. Herry Kusaery, Ketua IIBF Jawa Barat, Riza Zacharias dan beberapa pengurus IIBF wilayah Jawa Barat. Sementara dari pemrov Jawa Barat beberapa orang pejabat eselon dan tim ahli yang dipimpin oleh DR. Husein AlBanjary.
 
Heppy Trenggono yang tampil sebagai pembicara  membuka presentasi Gerakan Beli Indonesia dengan mengungkapkan kisah perjalanan Gerakan Beli Indonesia yang dideklarasikan 27 februari 2011 di Semarang. Dari sudut pandang seorang pengusaha, menurut Heppy, Beli Indonesia ini lebih pada  keperihatinan atas banyaknya pengusaha-pengusaha yang bertumbangan setiap hari karena mereka tidak bisa menjual produknya di negeri sendiri, sebagai akibat dari pasar dalam yang telah dikuasai oleh produk-produk asing. “Kita tidak tahan melihat rekan-rekan kita sesama  pengusaha kita yang bertumbangan setiap hari karena mereka sulit memasarkan produk-produknya,” kata Heppy. Namun Heppy juga menjelaskan Beli Indonesia ini adalah sebuah pengingat  untuk para pengusaha sendiri agar  selalu ingat kepada tanah airnya Indonesia. “Sebagai pengusaha kita sering lupa tentang satu hal yang seharusnya kita bangun dan kita bela, yaitu Indonesia, tanah air tempat kita lahir, hidup bahkan juga tempat kita meninggal kelak,” ungkap Heppy.  Heppy juga mengistilahkan Beli Indonesia sebagai pertobatan para pengusaha untuk kembali memikirkan dan membangun tanah airnya.
 
Namun di atas semua itu, lanjut Heppy, Beli Indonesia adalah sebuah tema untuk membangun karakter bangsa ketika karakter itu sendiri sudah hilang dari kehidupan bangsa ini. “Membangun karakter itu adalah dengan menemukan kembali jati diri, keyakinan dan pembelaan. Dan ketiga hal itu ada dalam gerakan ini,” jelas Heppy. Beli Indonesia ini adalah sebuah pembelaan  terhadap bangsa sendiri. Karena salah satu sikap perjuangannya adalah membeli produk bukan karena lebih baik bukan karena lebih murah tetapi karena milik bangsa sendiri.  Ketika hari ini kita tidak bisa menguasai kehidupan kita sendiri maka satu-satunya cara adalah dengan   membangun karakter pembelaan dalam setiap diri rakyat Indonesia.  “Jika sikap pembelaan itu ada dalam diri setiap anak negeri ini maka mereka akan membela bangsanya sama dengan mereka membela kemerdekaan pada masa penjajahan dulu,” kata Heppy yakin.
 
Heppy meyakinkan bahwa Indonesia akan segera berubah jika Pemerintah dan BUMN meratifikasi gerakan Beli Indonesia. “Indonesia akan segera berubah jika pemerintah memprioritaskan pengusaha dan produk-produk dalam negeri   dalam belanja anggarannya, BUMN-BUMN mengutamakan suplier-suplier lokal dalam proses produksinya,” jelas Heppy. Heppy kemudian meminta pemerintah provinsi Jawa Barat memulai menggunakan produk lokal di lingkungan pemprov Jawa Barat dan mengkampanyekan gerakan ini di masyarakat Jawa Barat. Jika ini terjadi maka dipastikan ekonomi akan segera bangkit karena pengusaha-pengusaha lokal akan tumbuh dan industri akan muncul dimana-mana.  
  
DR. Husein AlBanjari yang memimpin pertemuan itu mengemukakan bahwa Pemprov Jawa Barat juga memiliki kebijakan yang  mrirp dengan Beli Indonesia. “Gubernur sudah menginstruksikan para bupati untuk menggunakan produk-produk lokal. Dan dengan Beli Indonesia ini kita mendapat power yang lebih kuat untuk membela produk-produk anak-anak kita sendiri,” katanya. Mantan professional di IPTN itu mengatakan pihaknya akan bersinergi dengan Beli Indonesia dan siap untuk mensukseskan gerakan ini karena banyak kesamaan dengan apa yang ingin dilakukan oleh pemerintah Jawa Barat.
 
Pertemuan itu berlangsung selama 2 jam. Sebelumnya  didahului dengan jamuan makan malam bersama dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Dalam kesempatan itu Heppy Trenggono memperkenalkan IIBF, organisasi yang dipimpinya dan menyerahkan buku “Menjadi Bangsa Pintar” dan buku “4 disciplines to Success”, yakni buku saku anggota IIBF yang berisi tentang kode etik dan disiplin anggota di dalam menjalani binis dan kehidupannya. (AA)
 
Last Updated ( Monday, 30 May 2011 22:47 )