Wednesday, 01 October 2014
Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia Dimulai …
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Solo, 22/06/2011.
 Ballroom Diamond Convention Centre itu membahana dengan teriakan “Beli Indonesia”  hadirin yang ada dalam ruangan itu. Teriakan itu meningkahi bunyi gong yang dipukul sebanyak tiga kali oleh Walikota Solo, Ir. H. Joko Widodo. Teriakan dan pemukulan gong itu   menandai pembukaan Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) yang berlangsung di kota Solo dari tanggal 22-26 Juni 2011.

Ketua Organizing Committee (OC) KKEI, H. Adib Ajiputra, dalam laporannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kota Solo yang telah banyak membantu dan memfasiitasi sehingga acara ini bisa terlaksana. Kongres akan diikuti oleh para pengusaha yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka yang terlibat dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai peserta kongresnya sendiri dalam persidangan-persidangan tetapi juga ikut dalam kegiatan lain seperti Ekspo, Pasar Rakyat, Talkshow, Kajian Akbar, Kirab dan Deklarasi gerakan Beli Indonesia  yang akan digelar di bagian akhir rangkaian acara kongres ini. “Tanggal 26 Juni, hari Ahad nanti kita akan mengadakan kirab dengan berjalan kaki dari kantor Walikota Solo menuju lapangan Kota Barat. Di Kota Barat kita akan tutup acara ini dengan mendeklarasikan secara nasional gerakan Beli Indonesia,” ungkap Adib.
 
Ekspo dipusatkan di Diamond Convention Centre sedangkan Pasar Rakyat digelar di Lapangan Kota Barat. Talkshow akan menghadirkan sejumah tokoh dan pembicara dari berbagai kalangan; ekonom, pengusaha dan juga ulama yang akan berbicara tentang pembangunan ekonomi. Talkshow  digelar di Diamond Centre sedangkan kajian akbar ekonomi kerakyatan diadakan di Lapangan Kota Barat.   Panitia juga menghadirkan seorang pengusaha dari Amerika, Randall Books, yang akan berbicara tentang investasi. Randy, nama panggilan Books, akan berkisah tentang pengalamannya sebagai seorang investor di Negeri Tirai Bambu, China. Selain acara-acara formal yang sudah ada dalam jadwal panitia, juga akan digelar acara-acara non formal untuk memeriahkan kongres ini. Salah satunya adalah acara temu dan malam ramah tamah tokoh dan pengusaha. 
 
Penggagas Beli Indonesia, Ir. H. Heppy Trenggono, MKomp dalam pernyataannya di depan hadirin bahwa Indonesia akan berubah dengan jalan eduksasi yang akan membentuk karakter unggul. “Seorang politisi dan birokrat senior di Jawa Barat menceritakan kepada saya, Pak Heppy, Beli Indonesia adalah manhaj kenabian, yakni jalan yang ditempuh oleh para nabi untuk merubah satu kaum atau bangsa . Maka teruskan dan tetap isitiqomah,” ungkap Heppy. Maka, lanjut Heppy, Beli Indonesia bukanlah sebuah konsep bisnis untuk berkompetisi atau memasarkan sebuah produk tetapi untuk membangun kesadaran masayarakat Indonesia untuk membela bangsanya sendiri.
 
Beli Indonesia, kata Heppy, hari ini sudah berjalan di banyak kantor, lembaga, organisasi bahkan pemerintah daerah. ‘Di Jawa Barat, gubernurnya sudah menginstruksikan para PNS di lingkungan Pemprov Jawa Barat untuk menggunakan sepatu lokal. Dan yang kedapatan menggunakan sepatu impor akan dihukum dengan 200 kali push up,” ungkap Heppy. Pemkot Pekalongan juga melakukan hal yang sama bahkan mereka sudah merancangkan untuk membangun mini market khusus untuk produk-produk lokal.  Beli Indonesia, lanjut Heppy, adalah gerakan riil yang bisa dan mudah dilakukan oleh semua orang untuk menunjukkan pembelaan dan kecintaan terhadap bangsanya sendiri.
 
Indonesia ini adalah negara besar dengan jumlah penduduk nomor 4 di dunia. Dan ini adalah modal besar untuk bangsa ini menjadi negara besar dan jaya. “Tidak usah sibuk berpikir ekspor dulu ke negara tetangga karena pasar kita jauh lebih besar dari gabungan semua negera-negara itu,” jelas Heppy. Malaysia dan Australia jumlahnya masing-masing hanya 10%nya  Indonesia.    Indonesia itu, lanjut Heppy bukan sebesar Belanda, bukan sebesar Italia dan bukan sebesar Francis tetapi lebih besar dari gabungan semua negara-negara  Eropa . Masalahnya, apakah kita memiliki keyakinan bahwa kita ini bangsa  besar dan bisa meraih kejayaan sebagaimana bangsa-bangsa lain di di dunia meraih kejayaan.   
 
Sementara, Joko Widodo, usai membuka acara KKEI, kepada wartawan menjelaskan bahwa Pemerintah kota Solo segera meratifikasi gerakan Beli Indonesia. 10.300 PNS di lingkungan Pemkot Solo diwajibkan untuk menggunaka produk lokal.  Menurut Joko Wi, sudah saatnya bangsa Indonesia menghentikan ketergantungan kepada produk-produk asing. Joko Wi yang berlatarbelakang pengusaha ini, mengaku prihatin dengan banyaknya pihak yang menganggap  produk luar lebih bagus daripada produk Indonesia karena faktanya banyak produk Indonesia yang tidak kalah dibandingkan dengan produk luar. Masalahnya, produk-produk Indonesia tidak dibeli oleh anak-anak bangsa sendiri.   “Tidak sulit mengenal mana produk Indonesia dan produk luar, tinggal kita lihat mereknya dan siapa produsennya,” kata Joko Wi. Joko Wi yang dikenal sangat dekat dengan masyarakatnya ini menegaskan bahwa gerakan Beli Indonesia adalah sebuah gerakan bagus dan harus didukung agar Indonesia bisa meraih kemandirian ekonomi. (AA)

Last Updated ( Thursday, 23 June 2011 22:27 )