Kongres KKEI Tetapkan Ir. H. Heppy Trenggono, Mkom Sebagai Pemimpin Gerakan Beli Indonesia
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Solo, 25/06/2011. Setelah menjalani persidangan selama dua malam  berturut-turut, Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI) akhirnya menetapkan Ir. H. Heppy Trenggono, Mkom sebagai pemimpin Gerakan Beli Indonesia. Penetapan itu diambil secara aklamasi oleh  semua peserta yang ikut dalam sidang tanggal 24 Juni 2011 yang berlangsung di Diamond Convention Centre, Solo, Jawa Tengah. Ketua sidang, Edi Cahyanto menjelaskan, usai kongres ini Heppy Trenggono akan  menjalankan amanat kongres memimpin Gerakan Beli Indonesia  untuk membangkitkan kejayaan ekonomi Indonesia. Dalam menjalankan tugasnya Pemimpin Gerakan akan dibantu oleh Dewan Nasional Gerakan Beli Indonesia. Kongres telah menetapkan 34 nama calon yang nantinya akan dipilih oleh Pemimpin Gerakan Nasional Beli Indonesia sebanyak 24 nama yang akan duduk di dewan itu.  34 nama itu diantaranya, Hasan Thoha, MBA (pengusaha), H. Nuzli Arismal (pengusaha), KH. Syukri Zarkasyi (Pimpinan PP Gontor), Ali Mufidz (mantan penjabat Gubernur Jateng), Prof. Dr. Bambang Setiaji, MSi (Rektor UMS), Prof. Dr. Lincoln Arsyad (Direktur MM UGM), Prof. Dr. Eddy Suandi Hamid (Rektor UII), Dr. Nandang Najmul Munir (Rektor Unisma Bekasi), Dr. Husein Al banjari, Dipl, Ing (Tokoh Jawa Barat), Ir.H. Joko Widodo (Walikota Surakarta), dr. H. Basyir Ahmad (Walikota Pekalongan), H. Joni Iszunaji (Pengusaha), H. dr. Wito Haryadie (pengusaha), dr. Udi Suhono (pengusaha), A.R Iskandar (pengusaha), Riza Zacharias (pengusaha), Dr. Herry Kusari (pengusaha), Drs. HM. Adib Ajiputra, MM (pengusaha), KH. Mahmud Ali Zein (Pimpinan Kopontren “Sidogiri”).
 
Dalam ketetapannya Kongres juga telah menetapkan arah dan bentuk gerakan Beli Indonesia. Ada  4   rencana aksi (action plan) gerakan Beli Indonesia. 1. Soft Action, Gerakan membangun jiwa atau karakter. Gerakan ini berbentuk  gerakan membangun kesadaran pengggunaan produk Indonesia, merubah paradigma, kampanye (campaign), kepemimpinan dan keteladan, dan pendidikan. 2. Hard Action, gerakan membangun raga atau fisik. Gerakan ini terbagi dalam beberapa aksi;. Menumbuhkan pasar produk Indonesia, Menumbuhkan Industri dan pengusaha, membangun sinergi potensi ekonomi Indonesia.   3. Konsolidasi; gerakan untuk menyatukan kekuatan dan potensi dengan melibatkan seluruh komponen bangsa. 4. Komitmen, aksi yang ditunjukkan dengan melakukan pendataan dan sertifikasi produk Indonesia, Ratifikasi dan membangun pusat informasi.
 
Untuk mensukseskan Gerakan Beli Indonesia agar menjadi sikap dan perilaku bangsa, kongres menetapkan rekomendasi kepada beberapa pihak.
1. Pemimpin, organisasi, tokoh masyarakat, pemimpin agama, ulama untuk membangkitkan semangat perjuangan Beli Indonesia di kalangan anggota dan jemaahnya, sebagai bentuk nyata pembelaan terhadap kejayaan Indonesia.
2. Ekskutif dan Legislatif dari pusat hingga daerah untuk :
    a. menghidupkan sikap jelas pembelaan terhadap produk bangsa Indonesia.
    b. memprioritaskan pembelian produk nasional untuk semua pembelanjaan negara dan pemerintah.
    c. mendorong berkembangnya pasar tradisional dan mengendalikan dengan ketat pertumbuhan   
        pasar modern berjaringan.
    d. memberikan pemahaman dan teladan kepada jajaran pimpinan, staf pemerintahan dan rakyat
         tentang pentingnya membeli dan membela produk bangsa sendiri.
    e. mengendalikan tumbuhnya gaya hidup konsumtif di masyarakat, membatasai peredaran kartu
        kredit dan kredit konsumtif lainnya.
    f. menciptakan kehidupan yang murag bagi masyarakat.
    g. mendorong tumbuhnya sektor swasta nasional melalui pembangunan infrastruktur, akses
        pembiayaan, penyederhanaan perijinan dan pendidikan kewirausahaan
3. Keluarga dan ibu-ibu rumah tangga untuk,
     a. mengetahui mana produk bangsa sendiri dan mana produk asing
     b. mengutamakan produk bangsa sendiri ketika membeli sesuatu, mulai dari keperluan dapur, kamar
         mandi, kosmetik, furniture dan produk-prouk lain.
     c. mengutamakan belanja di warung, took atau pasar tradisional
     d. menyampaikan kepada penjual bahwa ibu mencari produk Indonesia
     e. mengajari dan memberi contoh kepada anak-anak agar bangga dengan produk bangsa sendiri.
     f. menyampaikan kepada teman-teman agar mau membela bangsa sendiri dengan cara Beli Indonesia
4. Pelajar, Mahasiswa dan Seluruh Generasi Muda Indonesia, untuk :
     a. Bangga menggunakan produk bangsa sendiri bukan mengggunakan produk asing
     b. mengingatkan teman-teman agar melakukan pembelaan terhadap bangsa sendiri
     c. Belajar sejak dini kewirausahaan dan berani untuk berjualan
5. Pemimpin perusahaan
     a. memprioritaskan supplier dari perusahaan bangsa sendiri
     b. memprioritaskan penggunaan perlatan, mesin, software, dan alat bantu lain dengan memakai
         produk Indonesia
     c. membantu tumbuhnya kewirausahaan di Indonesia
     d. Bahu-membahu sesame pengusaha untuk mengkampanyekan dan menumbuhkan penggunaan
         produk Indonesia
 6. Institusi pendidikan
     a. memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya gerakan Beli Indonesia
     b. lebih meningkatkan pendidikan kewirausahaan dan riset yang mendukung pengembangan produk
        dalam negeri
 7. Seluruh bangsa Indonesia agar mulai membeli produk –produk bangsa kita sendiri.
 
Kongres yang berlangsung sejak 22 Juni 2011 akan berakhir Minggu, 26 Juni 2011. Puncak acara akan ditandai dengan kirab yang akan diikuti oleh sekitar 30.000 warga  masyarakat dari berbagai komponen. Kirab yang akan mengambil rute Balai Kota – Lapangan Kota Barat dimulai pukul 06.30 wib. Sampai di Kota Barat langsung dilanjutkan dengan Deklarasi Nasional Gerakan Beli Indonesia. Deklarasi ditandai dengan pembacaan Deklarasi oleh Pemimpin Gerakan Beli Indonesia. Pasca kongres  Pemimpin Gerakan dan Dewan Nasional akan segera menyusun langkah strategis untuk menggerakkan gerakan ini ke seluruh komponen masyarakat, mulai dari ormas, mahasiswa, pemimpin agama, BUMN, bahkan ke lembaga ekskutif dan legislatif.  
 
Beli Indonesia adalah sebuah gerakan membangun kejayaan ekonomi Indonesia dengan cara membangkitkan karakter pembelaan setiap anak bangsa terhadap produk-produk bangsa sendiri. Ekonomi Indonesia berada dalam titik kritis karena pasar dalam negeri yang telah dikuasai asing. Sedikit saja terlambat memperbaiki akan terjadi masalah social yang dipicu oleh masalah ekonomi.   Beli Indonesia pertama kali dideklarasikan di Semarang 27 Februari 2011 oleh 412 pengusaha dari berbagai kota di Indonesia. KKEI adalah forum untuk menyamakan visi   gerakan ini sebagai gerakan nasional. (AA)
 
Last Updated ( Saturday, 25 June 2011 22:32 )