Saturday, 20 September 2014
8 Kereta Kencana dan Ribuan Warga Ikut Kirab “Beli Indonesia“
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Solo, 26/06/2011. Matahari masih belum terbit ketika ribuan warga Solo berkumpul di halaman Balai Kota . Selepas subsuh warga sudah berbondong-bondong menju ke tempat itu. Bahkan 1.200 laskar MTA (majelis tafsir Alqur’an) sudah bersiap-siap sejak pukul 02.00 dinihari. Laskar ini disiagakan untuk menjaga ribuan warga yang ikut dalam kiran Beli Indonesia. Berbagai spanduk dan poster yang di bawa masing-masing kelompok terkumpul di sudut kanan halaman balai kota. Ada 2.000 buah kentongan juga telah disiapkan yang akan dibawa oleh 2.000 pasukan khusus kentongan.   8 kereta kencana yang biasa keluar dalam kirab khusus keraton Surakata , pagi itu sudah siaga di sisi jalan. Tidak hanya itu 5 marching band sudah disiagakan di 5 perempatan di sepanjang jalan Slamet Ryadi. 50 kelompok terbangan atau rebana juga sudah bersiap di sepanjang jalan Slamet Ryadi dari Balai Kota - Lapangan kota Barat. Tidak kurang dari 15.000 warga yang ada di balai kota itu sudah bersiap untuk mengikuti Kirab Beli Indonesia.  
 
Tepat pukul 07.00 wib  barisan kirab yang paling depan mulai bergerak ketika  H. Suripto, pemimpin lapangan memberi isyarat agar barisan segera berjalan. Di Barisan paling depan sekelompok pasukan cucuk lampah (pembuka jalan) berseragam prajurit kraton memandu  barisan itu. Di belakangnya 8 kereta kencana membawa sejumlah tokoh yang ikut kirab itu. Kereta utama yang berada paling depan membawa Pemimpin Gerakan Beli Indonesia, Ir.H. Heppy Trenggono MKomp yang duduk di samping kusir. Kereta kedua membawa Chris Kelana, mantan jurnalis senior  yang juga di duduk di samping kusir. Di kereta belakangnya lagi sejumlah tokoh dari berbagai komponen, pengusaha, akademisi, ibu-ibu rumah tangga dan lain-lain ikut bersama dalam barisan itu. Di belakang kereta kencana pasukan kentongan yang disambung dengan barisan masyarakat dari berbagai lapisan membawa berbagai spanduk dan poster yang berisi tentang ajakan untuk membela negara dan membeli produk Indonesia.  
 
“Di tengah kehidupan bangsa kita yang sudah dikuasai asing hari ini, kita ingin menunjukkan bahwa Indonesia masih ada dan siap untuk membela  bangsanya,” kata HM. Adib Ajiputra, ketua panitia Kongkres Kebangkitan Ekonomi Indonesia (KKEI).   Kirab ini memang bagian dari rangkaian kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia di Solo yang sudah berjalan sejak tanggal 22 Juni 2011, sebagai show of force kepada dunia bahwa Indonesia belum semuanya dikuasai. Sebagaimana penjajahan fisik pra kemerdekaan dulu banyak anak negeri ini yang tidak menyadari bahwa bangsanya sedang dijajah. Sebab mereka merasa baik-baik saja. Hanya sekelompok kecil pejuang yang merasa resah dengan keberadaan orang asing yang menjajah tanah air Indonesia ketika itu. Dan hari ini keadaan serupa juga terulang dalam format yang berbeda. Jika dulu tanah air yang dikuasai oleh satu perusahaan bernama VOC, hari ini Indonesia dijajah kehidupannya oleh banyak VOC . Mereka datang dengan berbagai slogan, globalisasi ekonomi, pasar bebas, demokrasi, hak azazi manusia, emansipasi dan lain-lain. Di balik slogan itu adalah kepentingan ekonomi untuk menguasai kehidupan bangsa Indonesia untuk kejayaan bangsanya sendiri. Dan sayangnya banyak juga anak-anak negeri yang merasa baik-baik saja termasuk kalangan elitnya yang secara terang-terangan membela produk-produk bangsa lain.
 
Massa yang semula berjumah sekitar 15.000 orang itu bertambah banyak di sepanjang jalan karena banyak warga yang bergabung. Minggu di Solo ruas jalan Slamet Ryadi adalah area car free day dan masyarakat tumpah ruah di jalan itu. Sebagian diantaranya bergabung hingga ke Lapangan kota Barat yang membuat jumlah massa semakin banyak.   Sehingga ketika barisan depan sudah tiba di lapangan Kota Barat, barisan belakangnya masih berada di Balai Kota. Jarak kedua tempat itu sekitar 4, 5 km.   Untuk pengamanan di sepanjang jalan 1.200 laskar MTA dan anggota beberapa perguruan bela diri membentuk  pagar betis sehingga masyarakat yang beraktifitas di sepanjang jalan tidak terganggu. “Malah kita terhibur dengan kirab ini karena berbeda dengan kirab yang pernah ada sebelumnya,” kata seorang pemuda pengayuh sepeda di ruas jalan itu. Barisan depan kirab tiba di Lapangan Kota Barat pukul 08.10 wib. “Kita perkirakan sekiatr 10.00 massa ikut dalam kirab ini. Dan ini di luar perkiraan kita karena masyarakat begitu antusias ikut dalam kirab ini,” kata M. Adib bangga. Di Lapangan itu telah berkumpul sekitar 1000 orang yang telah menunggu sejak pagi. Umumnya mereka adalah lansia dan kaum ibu yang langsung menuju ke lokasi itu untuk mengikuti Deklarasi Nasional Gerakan Beli Indonesia. (AA)
 
Last Updated ( Tuesday, 28 June 2011 23:18 )