Selamat datang di iibf-indonesia.com, silahkan register terlebih dahulu untuk mendapatkan berita dan artikel terbaru dari iibf, terima kasih.
Thursday, 23 May 2013
Buku Perjalanan Itu Akhirnya Selesai Juga
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:26    PDF Print E-mail


Jakarta, 17/04/2012. “Saya ini pengusaha sama seperti bapak ibu sekalian,” itulah kata-kata Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono Mkom setiap kali memulai ceramah atau workshopnya di depan para pengusaha. Kalimat itu untuk menegaskan jati diri sekaligus merespon pembawa acara yang kerap memperkenalkan Heppy sebagai seorang motivator. Dan pertanyaan yang selalu berulang dalam setiap forum dan kesempatan dari peserta dan audien adalah, Apa yang bapak rasakan saat jatuh dalam lilitan hutang dulu? Kemudian bagaimana bapak bangkit mengatasinya?

“Yang saya rasakan ketika itu adalah gelap. Dan gelap itu artinya gelap,” itulah jawaban yang selalu diucapkan Heppy terhadap pertanyaan itu. Jawaban yang kedengarannya bercanda bagi mereka yang belum pernah mengalami namun memiliki makna dalam bagi mereka yang sudah dalam posisi itu. Karena menurutnya, orang yang sedang dalam keadaan bermasalah tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan kadang-kadang tidak mengerti lagi posisi berdirinya, saking bingungnya. “Saya pernah sholat tarawih merasa kaki saya itu tidak menyentuh lantai dan tiba-tiba sudah salam rokaat terakhir,” kisah Heppy.

Bagaimana bangkit? Sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab sederhana dan dengan kalimat pendek karena ini adalah perjalanan dan proses panjang. Beberapa rumusan sederhana sudah sering dipaparkan dalam workshop-workshop di IIBF untuk menjawab itu. Namun tak urung desakan agar Heppy Trenggono menyusunnya dalam sebuah buku semakin sering terdengar seiring makin jauhnya perjalanan menemui banyak pihak di seluruh pelosok tanah air. Maka kemudian dimulailah menulis sebuah buku tentang perjalanan itu. Menulis, ternyata mudah untuk mereka yang biasa namun bagi yang tidak, ungkapan “menemukan kalimat pertama itu lebih sulit daripada seorang ibu melahirkan anak pertama” itu benar adanya.

“Tanyalah ke bang Aswandi berapa lama proses penulisan buku itu,” kata Heppy setiap kali menceritakan buku itu. Aswandi yang disebutnya sebagai saksi perjalanan buku itu menceritakan jika buku itu ditulis hingga memakan waktu 2 tahun lebih. “Tidak hanya waktu, dari hitungan saya Pak Heppy sudah menghabiskan hampir 100 juta untuk menyelesaikan buku itu,” kata Aswandi. Koq bisa? Karena dulu dua orang editor yang menyusun dan menyunting buku itu tinggal di Jogjakarta. Dan proses wawancara diadakan berkali-kali di Jakarta dan Jogjakarta. Sempat terbengkalai selama hampir setahun sebelum akhirnya naskah kasar itu diperhalus oleh editor Anna Farida, penulis yang juga anggota IIBF Jawa Barat asal Bandung. Semua menjadi sebuah buku setelah sentuhan akhir Riza Zacharias, pemilik Sygma Media Corp, Bandung, Jawa Barat.

“Pak Heppy berharap buku ini banyak membantu mereka yang ingin membangun kekayaan dan mejadikan kekayaan itu sebagai sarana untuk meraih keridhoanNya,” kata Aswandi. Heppy, kata Aswandi ingin menjadikan buku ini sebagai bagian dari amal sholehnya, maka royaltinya pun sudah disiapkan untuk beberapa yayasan yatim dan dhuafa. “Ya samalah dengan workshop atau training yang diberikannya dimana-mana beliau tidak pernah meminta bayaran. Bahkan timnya yang ikut dalam kegiatannya akomodasinya dibayar sendiri oleh beliau,” ungkap Aswandi. Maka buku inipun menjadi bagian dari cara untuk berbagi dan menginspirasi banyak orang untuk melakukan hal yang sama. Semoga! Dan untuk mengetahui lebih jauh dengan buku itu bisa menghubungi Ahmad Nur Sodik di 081326228145 atau email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it (AA).
 

Last Updated ( Monday, 23 April 2012 14:36 )