Wednesday, 01 October 2014
Pengusaha Muslim Kokohkan Jaringan Lewat IIBF
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:27    PDF Print E-mail


SEMARANG - Indonesia sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, dinilai memiliki potensi yang besar dalam memperkuat perekonomian Islam. Sayangnya, sinergi antarpengusaha Muslim di Tanah Air masih jauh dari harapan. Akibatnya, potensi kekuatan ekonomi Islam ini belum dapat tergarap dengan optimal.

Guna memperkuat perekonomian Islam, Ahad (9/8), di hadapan 300 pengusaha  dideklarasikan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF). Gerakan yang dimotori Heppy Trenggono, chief executive officer (CEO) United Balimuda, itu bertujuan untuk membangun jejaring pengusaha Muslim yang tangguh di negeri ini.

Selama ini, para pengusaha Muslim ini masih berjalan sendiri-sendiri tanpa dukungan jejaring yang kuat. ''Melalui IIBF, kami ingin mewujudkan kejayaan masa depan bangsa di tengah era persaingan yang tak terelakkan. Selain itu, IIBF juga ingin membuktikan kepada dunia bahwa para pengusaha dan sistem ekonomi Islam mampu berbuat banyak dan bisa kuat,'' ungkap Heppy di sela-sela deklarasi IIBF di Semarang, Jawa Tengah.
Pihaknya optimistis, IIBF akan mencetak sejuta pengusaha Muslim tangguh yang akan menjadi kekuatan ekonomi bangsa pada 2020. Guna menciptakan para pengusaha Muslim yang tangguh, IIBF akan membangun budaya baru tentang pengetahuan bisnis dan kewirausahaan melalui business coach.

Menurut dia, keberhasilan dunia usaha di Tanah Air merupakan bagian dari kejayaan bangsa. Ia mencontohkan perbandingan hasil riset terhadap jumlah orang kaya yang dinilai berhasil dalam usahanya. ''Dari 210 juta penduduk, hanya ada sekitar 250 ribu orang sukses. Hal ini jauh sekali dengan Singapura yang berpenduduk tak lebih dari 3 juta jiwa, namun memiliki 770 ribu orang sukses.''

IIBF, papar dia, memiliki misi menciptakan pebisnis Islam yang tangguh. Forum itu juga ingin membangun komitmen untuk mewujudkan jejaring pengusaha yang kuat, sebagai pilar kejayaan bisnis dan dunia usaha di negeri ini.

Pakar Zakat, Erie Sadewo, menilai, IIBF memiliki komitmen yang jelas dalam membangun perekonomian yang kuat. Menurut dia, Melalui kolaborasi pengetahuan bisnis, pelatihan dan bangunan jaringan yang kuat, dan dakwah, Erie yakin IIBF mampu menjadi pilar perekonomian nasional yang tangguh. ''Kalau saya melihat IIBF ini merupakan gerakan menyinergikan para pengusaha Islam, dari 'kerumunan' menjadi 'barisan' yang kuat,'' tuturnya. owo/kem


Sumber: Republika Online | Minggu, 09 Agustus 2009

Last Updated ( Wednesday, 16 June 2010 11:53 )