Wednesday, 01 October 2014
Menatap Kejayaan Bisnis Indonesia 2020
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:30    PDF Print E-mail


Dunia usaha tentu sangat lekat dengan keberhasilan dan kegagalan. Adalah kegagalan yang masih saja menjadi momok bagi mereka yang ingin menapaki dunia usaha. Padahal, banyak orang yang meraih sukses setelah lama jatuh bangun merintis usahanya. Namun, tak sedikit pula memang yang selalu gagal dalam usahanya, meski berbagai cara dan upaya telah dilakukan.

Ketika pertanyaan demi pertanyaan tentang kegagalan ini selalu hadir dalam benak para pengusaha, sebuah upaya untuk membangun citra sekaligus kualitas usaha diperkenalkan oleh Ir H Heppy Trenggono M Kom. Chief Executive Officer (CEO) United Balimuda ini merintis sebuah 'gerakan' membangun pribadi muslim yang tangguh dalam bidang usaha dan entrepreneurship.

Melalui gerakan bertajuk Indonesia Islamic Business Forum (IIBF), Heppy ingin menatap kejayaan masa depan bangsa di tengah era persaingan yang tak terelakkan. Sebuah kebanggaan, Jateng dan DIY akan menjadi daerah pionir gerakan yang akan diluncurkan Agustus depan.

Pada acara pengenalan IIBF di Hotel Metro, Semarang, Selasa (7/7), Heppy dengan lugas menyampaikan, di negeri yang mayoritas muslim ini banyak sekali pengusaha muslim yang sukses. Hanya saja, kesuksesan ini belum bisa dikatakan merata. Pasalnya, para pengusaha di negeri ini masih berjalan sendiri- sendiri tanpa dukungan jejaring yang kuat.

Padahal ia melihat, keberhasilan dunia usaha di negeri ini merupakan bagian dari kejayaan bangsa. Ia mencontohkan perbandingan hasil riset terhadap jumlah orang kaya yang dinilai berhasil dalam usahanya.

Dari jumlah penduduk di Indonesia yang mencapai 210 juta jiwa lebih hanya ada sekitar 250 ribu orang sukses. Hal ini jauh sekali dengan Singapura yang berpenduduk tak lebih dari tiga juta jiwa, namun memiliki 770 ribu orang sukses.

"Lantas apa permasalahannya. Padahal, jika semakin banyak orang sukses di negeri ini, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar untuk sejajar dengan bangsa-bangsa maju di dunia," ungkapnya.

IIBF, jelas Heppy, memiliki misi menciptakan pebisnis Islam yang tangguh. Forum ini ingin membangun jejaring yang kuat sebagai pilar kejayaan bisnis dan dunia usaha di negeri ini.

Forum akan 'memerbaiki' tiga ranah penting yang selama ini 'terlupakan' oleh para pengusaha dalam membangun bisnis. Yakni jejaring (link), pengetahuan dan keterampilan (simplyfied knowledge and skill), dan dukungan (support).

Jejaring, tutur penerima Anugerahan 50-Enterprise Award oleh SWA dan Accenture ini, memiliki peranan yang sangat penting. Pengalamannya dalam menekuni dunia bisnis banyak memberikan pelajaran bahwa jaringan pengusaha muslim biasanya akan mengutamakan sesama pengusaha muslim.

Sementara pengetahuan dan keterampilan memiliki peran yang tak kalah menentukan. Menurut dia, kemampuan berusaha akan sangat menentukan terhadap hasil yang akan dicapai. Ia mencontohkan pengusaha kayu yang harus menguasai bagaimana mengolah kayu --seperti mamahat, memasah dan lainnya-- yang benar untuk mempertahankan mutu produksi.

Jika kemampuan ini tak dimiliki, sulit bagi pengusaha untuk bisa berkembang. "Kenyataannya, permasalahan pengetahuan dan ketrampilan ini masih banyak ditinggalkan para pengusaha di negeri ini," imbuhnya.

Sedangkan suport, masih ungkap Heppy, juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya membangun pebisnis yang tangguh. IIBF dalam ranah ini mulai merintis intensive business coach hingga ke level kabupaten/ kota.

Dengan upaya ini IIBF ingin menatap kejayaan bangsa Indonesia. Forum ini metargetkan pada tahun 2020 Indonesia sudah memiliki setidaknya satu juta pengusaha muslim yang tangguh.

Secara umum fokus dari gerakan ini adalah membumikan kedisiplinan serta faktor lain yang memiliki pengaruh besar, khususnya dalam hal merintis dan mengembangkan dunia bisnisnya.

Mengapa 2020? Sebab, hampir semua negara di dunia telah mencanangkan tahun tersebut sebagai tahun keberhasilan. Yang tak jauh-jauh dari Indonesia --Malaysia-- juga menatap tahun keberhasilan dengan 'Malaysia Gemilang 2020'.

Jika bangsa Indonesia tidak berbuat sesuatu, apa jadinya dunia usaha di negeri ini. Sementara tingkat persaingan sudah seakin tinggi. "Karena itu IIBF akan mewujudkan kejayaan itu dalam sebuah gerakan membangun pebisnis yang tangguh," kata Heppy. owo/ism


Sumber: Republika | Rabu, 8 Juli 2009

http://republika.co.id/berita/60748/Menatap_Kejayaan_Bisnis_Indonesia_2020

Last Updated ( Wednesday, 16 June 2010 11:53 )