Saturday, 20 December 2014
Ingin Cetak Sejuta Pengusaha Muslim yang Kuat
Written by Administrator    Sunday, 21 March 2010 19:27    PDF Print E-mail


SEMARANG - Ir Heppy Trenggono MKom, CEO United Balimuda Group Jakarta ingin mencetak satu juta pengusaha muslim yang kuat pada tahun 2020. Menurut dia, penentu kemajuan suatu negara pada era sekarang adalah sektor swasta. Contohnya AS, India, China, dan Singapura.

’’Bebeberapa waktu lalu ada riset tentang orang-orang terpilih, yaitu para pengusaha kuat yang memiliki kekayaan dalam batas minimal tertentu. Singapura yang hanya memiliki 3 juta penduduk ternyata ada 770 ribu orang  terpilih. Bandingkan dengan Indonesia yang penduduknya sampai 240 juta hanya terpilih 250 ribu orang,’’ tuturnya, pekan lalu.

Itulah sebabnya, lanjut pria asal Bawang (Batang) itu, nilai ekspor Singapura empat kali lipat dari ekspor Indonesia. Agar menjadi pengusaha kuat, menurut dia, butuh skill dan pengetahuan. Untuk dua hal itu pengusaha Indonesia masih kalah dari pengusaha Singapura. Terlebih pengusaha muslim.

Umumnya, dalam mengembangkan usaha masih jalan dan belajar sendiri-sendiri. Bahkan banyak yang hanya bermodal nekat. Akibatnya, banyak yang akhirnya justru menjadi masalah.

Buktinya, kata dia, dari Rp 1.600 triliun utang Indonesia 70% ada di sektor swasta. Itu jelas beban yang luar biasa berat bagi bangsa ini.
’’Perlu langkah-langkah strategis dalam memecahkan masalah besar itu dan menemukan solusinya,’’ ujarnya.

Sebagai upaya memajukan umat, Heppy yang kini mengelola 51.000 ha perkebunan kelapa sawit dan usaha consumer goods, akan meluncurkan Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) Wilayah Jateng dan DIY, Agustus mendatang. Peluncuran dilakukan di Semarang yang ditandai workshop dua hari.

Ada tiga bidang yang ditangani IIBF. Pertama, membangun link atau jaringan antarpengusaha agar  bisa bekerja sama dan saling membantu.
’’Itu harus ditumbuhkan menjadi budaya. Misalnya saat bertemu memberikan penguatan atas usaha masing-masing. Juga mendekatkan para pengusaha dengan kalangan industri,’’ jelasnya.

Kedua, pengembangan skill dan pengetahuan para pengusaha melalui pelatihan serta membuat modul atau buku panduan. Contohnya panduan cara utang yang benar, membuat laporan perusahaan, cara mengatasi jika usaha mau jatuh, dsb.

Modul atau buku panduan itu harus sederhana dan aplikatif. Ilmu-ilmu yang rumit dibuat mudah sehingga bisa membantu para pengusaha.
’’Sekarang banyak pengusaha terjerat utang sehingga usahanya jatuh karena tak tahu cara berutang yang benar. Saya menamakan utang yang melumpuhkan. Utang bukan menambah usahanya maju, tetapi malah sebaliknya makin dalam kejatuhannya,’’ ujarnya.

Di AS, tutur dia, banyak dijual buku panduan untuk memajukan usaha yang bisa dipelajari secara mudah. Buku itu mudah diperoleh dan tersebar luas. Lewat modul dan buku panduan, skill dan pengetahuan pengusaha bisa ditingkatkan sehingga mereka menjadi pengusaha kuat.
 

Membaca

Namun yang perlu diperhatikan adalah pengusaha Indonesia harus rajin membaca. Minat baca perlu terus-menerus ditumbuhkan. Tanpa banyak membaca, tidak mungkin skill dan pengetahuan mereka meningkat.
’’Orang AS rata-rata baca 2-3 buku tiap hari. Jika ingin menjadi pengusaha kuat, kita juga harus seperti mereka,’’ tandasnya.

Ketiga, pemberian bimbingan atau coach. Tanpa bimbingan, pengusaha sering kehilangan arah karena tak ada orang yang berani mengingatkan. Di AS, perusahaan dengan 500 karyawan harus ada business coach-nya. Di Inggris, tiap perusahaan yang mengajukan kredit dipersyaratkan memliki business coach.

Selain mencetak satu juta pengusaha muslim yang kuat, Heppy yang tahun 2012 menargetkan perkebunan sawitnya menjadi 300.000 ha berencana mencetak 5 juta mahasiswa menjadi wirausaha.
Dia telah memulai memberikan seminar dan pembekalan kepada mahasiswa, termasuk Undip Semarang. (C2-27)


http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/07/13/72202/Ingin.Cetak.Sejuta.Pengusaha.Muslim.yang.Kuat

Last Updated ( Wednesday, 16 June 2010 11:53 )