Kekuatan Itu adalah Software and Very Software

  by

Subang – berawal dari sebuah kisah pertemuan dua sahabat yang telah sangat lama tidak pernah jumpa. Kisah itu dituturkan oleh Presiden IIBF, Ir. H. Heppy Trenggono M.Kom tentang perjumpaannya dengan sahabat lamanya itu. Perjumpaan yang tidak hanya membuncahkan kegembiraan, namun juga menyisakan kesan yang cukup mendalam, ketika mengetahui perjalanan hidup sahabat lama yang diluar dugaan, pahit getirnya kehidupan yang dilalui, membangun rumah tangga, serta persoalan-persoalan lain yang datang silih berganti.

Kesulitan hidup memang menimpa siapa saja, tidak luput menimpa kita juga, namun ternyata persoalan sesungguhnya bukan pada kesulitan itu sendiri, tetapi bagaimana kita memaknainya. Inilah yang membedakan sang sahabat dengan orang lain, di mana pahit getir kehidupan bukan saja tidak mampu meruntuhkan hidupnya namun justru dia maknai sebagai sebuah pesan untuk berbuat kepada orang lain.

Hari ini, menolong orang lain tidak pernah luput dari kesehariannya, dia telah tumbuh menjadi pribadi yang luar biasa, menjadi pribadi yang diharapkan kehadirannya oleh banyak orang, terutama oleh mereka yang sedang menghadapi persoalan keluarga, tidak hanya orang-orang yang sebaya beliau, bahkan sahabat dari orang tuanya pun datang kepadanya. Pribadi yang tenang, tutur kata yang lembut, tekun mendengarkan curahan hati orang-orang yang datang, dan pengetahuan yang sangat mendalam, telah menyelamatkan banyak keluarga. Allah telah merahmatinya dengan ilmu yang bermanfaat bagi banyak orang.

I have only software and very software” itulah ungkapan yang disampaikan sahabatnya dengan kerendahan hati.

“Sungguh, disitulah letak pelajarannya” ungkap Heppy.

Hidup bukan persoalan hardware, hidup adalah persoalan software and very software. Sebagaimana Heppy sering menjelaskan bahwa kaya dan miskinpun bukan sebuah keadaan, kaya dan miskin bukan tentang harta yang kita miliki, karena kaya dan miskin adalah sebuah karakter, sebuah mentalitas!

Keteguhan hati dalam menjalani kehidupan ini tidak begitu saja didapatkannya, melainkan dengan sebuah perjalanan panjang, selain melewati ujian kesulitan dan persoalan yang datang menghimpit, didikan orang tua akan pentingnya membangun diri, percaya pada kebaikan.

Demikian pula dengan perjalanan IIBF, organisasi ini tidak pernah direncanakan untuk lahir, IIBF ada karena perjalanan panjang orang-orang yang ada di dalamnya, perjalanan jatuh bangun membangun bisnis, meretas kehidupan, akhirnya IIBF lahir karena berangkat dari sebuah keyakinan untuk membantu sesamanya, membangkitkan karakter anak bangsa, menemukan jati diri yang sesungguhnya sebagai hamba, serta pengabdian dalam membangun agama dan bangsa. Hal ini pun tak terlepas dari keikhlasan pemimpinnya, mendedikasikan waktu dan kemampuannya sebagai bagian dalam kontribusi membangun umat dan bangsa.

Hilir mudik, silih berganti orang datang ke IIBF dengan berbagai persoalan yang dibawanya. Yang menarik adalah di tengah kesulitan yang dihadapi mereka diminta untuk membantu orang lain yang juga dalam persoalan. Sudah barang tentu banyak yang bertanya-tanya, dia nya sendiri sedang sulit mengapa harus membantu yang lain? itu tidak jarang pula saya jumpai. “Selama kalian masih mau membatu orang lain, wajib baginya pertolongan Allah” itu yang senantiasa disampaikan oleh Heppy Trenggono.

Rahasia sukses itu sederhana, samakan diri kita dengan Ayat!

Teringat jelas dibenak saya, ketika beliau memberikan nasehat, sangat kuat dan menghujam. “Sungguh saya tidak khawatir atas kesulitan yang kalian hadapi, atas harta kalian yang hilang, atas utang yang kalian tanggung, selama jiwa dan mentalitas kaya tetap kalian miliki. Yang saya khawatirkan adalah jika karena kesulitan itu kalian menjadi lemah jiwanya, berhenti berbuat kebaikan, dan menjadi orang yang miskin perilakunya!” tegas Heppy mengingatkan para Pengusaha Indonesia.

Kita bisa merencanakan, tapi tidak bisa mengendalikan kejadian, siapapun orangnya karena itu adalah Hak Allah SWT.

Kesulitan itu tidak akan pernah hilang, mestinya kita berbahagia karenanya, sebab dengan kesulitan itu kita diberi sebuah kehormatan untuk memikirkan yang orang lain tidak diberi kesempatan itu. Diberi kesempatan untuk terbang lebih tinggi lagi.

Maka kuncinya adalah memiliki software and very software. Dan itulah yang ingin dibangun di IIBF. Bukan pekerjaan mudah, namun dibutuhkan keikhlasan dan keredoan dari setiap yang terlibat agar seseorang berubah. Ans