Profesor Lele

  by

Karanganyar – Ada satu program yang saya memikirkannya bertahun-tahun, apakah program ini diperlukan apa tidak. Namanya adalah program coach, jelas Presiden IIBF dalam pesan dan arahan siltnas IIBF (6/9) di sebuah hotel di Tawangmangu.

“tadi di singgung tentang profesor lele, begini ceritanya” ungkap presiden IIBF

“Jadi pak Kyai ini memiliki banyak usaha yang dikelolah pesantrennya, dimana salah satunya adalah beternak lele. Didorong keinginan yang besar untuk terus menumbuhkan dan meningkatkan produktifitas peternakan lelenya, sehingga di panggilah seorang profesor lele dari sebuah kampus ternama.”

“Sang profesor bercerita dengan luar biasanya, seakan-akan tidak ada seorangpun didunia ini yang lebih ahli ketika berbicara soal lele ketimbang dirinya. Pak Kyai pun terkagum-kagum dan terpesona dengan penjelasan sang profesor.”

“Kalau begitu selesai urusan saya, tinggal lele profesor dikawinkan dengan lele saya dan urusan ini beres”.

Profesor terdiam.

“jadi selama ini sudah berapa ton yang sudah dipanen prof? Berapa luas kolam lele yang profesor kelola” tanya pak Kyai.

“ya belum ada pak Kyai” jawabnya singkat.

:…?#@%&^???….pak kyai jadi bingung…”

“Ohhh.. jadi rupanya bukan ahli lele, tetapi ahli berbicara lele. Jadi kalau saya selalu mengkritik di IIBF itu ada pengusaha putus asa. Siapa itu? Pengusaha yang karena susahnya berusaha, meninggalkan dunia usaha lari kepanggung dan menjadi pelatih usaha”.

“Kita membutuhkan pelatih usaha, bukan pelatih yang ahli bicara usaha. Layaknya kita membutuhkan seorang profesor lele tetapi yang ahli lele bukan sekedar ahli bicara lele. Maka janganlah kalian menjadi pengusaha yang seperti profesor lele, itulah pesan nya” pungkas Presiden IIBF. ANS