Untuk Sukses Bersama, IIBF Jabar Selenggarakan Silaturahim Kader Penggerak

  by

iibf-indonesia.com, Bandung – Mengambil tema “Silaturami, Share dan men-Sinergikan Bisnis untuk Sukses Bersama” ratusan kader penggerak IIBF Jawa Barat melakukan konsolidasi di sebuah rumah makan yang juga milik kader IIBF, yaitu RM Cibiuk, Bandung. Ketua IIBF Jabar, Abdul Rozak mengemukakan harapannya agar melalui ajang seperti ini kolaborasi bisnis atau paling tidak saling berbagi peluang bisa diciptakan.

“Kata pak Heppy sukses kalau sendirian itu juga tidak enak, ke mana-mana sendiri, kalau sama teman dan sahabat kan lebih lebih asyik” seloroh Rozak.

Abdul Rozak menambahkan berharap kehadiran Presiden IIBF untuk menyuntikan spirit tambahan, agar kader kian giat dalam perjuangan selain mendapat menggali banyak informasi berkenaan tentang membangun diri, bisnis bahkan perjuangan.

“Berkonsolidasi dalam hal ibadah sudah, namun berkonsolidasi dalam bidang ekonomi dan politik, itu yang belum terjadi pada sebagian besar umat kita. Oleh sebab itu kita terus mendorong terwujudnya hal itu.” ujar Heppy Trenggono.

Heppy menjelaskan dalam waktu dekat akan diselenggarakan Kongres Ekonomi Umat oleh Majelis Ulama Indonesia, menghadirkan banyak tokoh bangsa, pesantren, pelaku usaha dan unsur pemerintahan.

“Sebuah riset dilakukan oleh perguruan tinggi di Indonesia dan hasilnya sangat mencengangkan, bagaimana tidak dalam riset itu disebutkan bahwa kalangan menengah rata-rata memiliki tabungan 40 juta dengan total kelas menengah mencapai 80 juta jiwa. Artinya ada sekitar 3.200 triliun. Lalu kelas petani dan buruh memiliki tabungan sekitar 1.000 trilliun. Dari nilai itu yang mengalir untuk sektor UMKM hanya 16.7 persen, sangat kecil, sebagian besar dinikmati oleh konglomerasi. Lebih lanjut lagi, dari 16.7 persen, 8 persennya ternyata UMKM abal-abal, alias bentukan konglomerasi juga. Bagaimana ketimpangan ekonomi tidak semakin besar jika terus begini tanya Heppy”.

Maka lanjut Heppy dalam Kongres Ekonomi Umat, IIBF mendorong salah satu agenda utama yang menjadi targer terbentuknya Majelis Nasional Ekonomi Umat. “alhamdulillah itu sudah menjadi agenda kongres” terangnya.

Sebagai penutup Heppy Trenggono berpesan tentang sebuah prinsip yang harus dipegang agar konsolidasi ekonomi bisa segera terjadi.

“Salah satu prinsip guna mendorong konsolidasi ekonomi umat adalah lahirnya pemahaman yang utuh tentang prinsip produk” terangnya.

Prinsip Produk yang dimaksud adalah

  1. Produk harga wajar, kualitas bisa diterima

Hal ini perlu disepakati bersama, karena spiritnya adalah memberi kesempatan kepada saudara sendiri untuk berkembang. Heppy mencontohkan pertama kali keluar yang namanya motor china 3 bulan rontoh, tapi sekarang produknya sudah semakin baik. Mengapa demikian karena produknya di pakai oleh bangsanya sendiri, tidak sedikit pula orang bangsa kita yang membela habis-habisan.

  1. Harga murah lebih disukai, produk milik umat lebih diutamakan

Harga murah memang lebih disukai, namun produk milik umat harus di utamakan. Tidak selamanya murah yang menjadi acuan pertimbangan dalam membeli . sebagai contoh, beberapa tahun yang lalu Indonesia di banjiri kentang china dengan harga 2.500,- /kg padahal ongkos petani kita saja 4.000,-/kg. Kalau Cuma harga yang kita lihat maka habislah petani-petani kita.

Kesadaran akan rinsip produk ini sangatlah penting. Karena membangun ekonomi hanya bisa dilakukan dengan gerakan ideologi. Jelas apa yang dibela. Jualan kemana saja, beli dari orang sendiri. ANS